Berita

Kemal Kılıçdaroğlu dan Erdogan/Repro

Dahlan Iskan

Formalis Alevi

KAMIS, 13 APRIL 2023 | 04:40 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

"APAKAH agama Anda?"

Ia menjawab: "Apakah menjadi penganut Alevi kriminal?"

Yang menjawab itu calon kuat presiden Turkiye saat ini. Hasil jajak pendapat sementara ia unggul dari Tayyeb Erdogan. Sampai lima persen. Pemilu Turkiye dilangsungkan bulan depan, Mei 2023. Kini lagi seru-serunya kampanye di sana.


Dunia Barat berharap Erdogan kalah. Di bawah Erdogan Turkiye menjadi satu-satunya anggota NATO yang mbalelo saat ini: tidak mau menyetujui Swedia menjadi anggota NATO.

Padahal ketika Finlandia mengajukan diri menjadi anggota pakta pertahanan Atlantik Utara itu Erdogan menyetujui.

Sikap keras Erdogan itu terkait dengan dua hal. Dan rakyat Turkiye suka Erdogan seperti itu. Swedia, menurut Erdogan, banyak menampung pemberontak separatis Kurdi. Kedua, Swedia membiarkan ada pembakaran Alquran di sana. Tidak hanya satu kali.

Erdogan dinilai terlalu Islami.

Sebaliknya, penantangnya di Pilpres kali ini dianggap terlalu sosialis. Sang penantang menjadi salah satu wakil ketua organisasi sosialis dunia. Karena itu ia jarang berbicara soal agama. Sampai-sampai ada yang bertanya: agamanya apa.

Nama Capres unggulan ini:

Kemal Kılıçdaroğlu. Baca: kiliichdarolu.

Umurnya 74 tahun. Ia seorang akuntan dan mantan pejabat di Kemenkeu Turkiye.

Sebagai seorang sosialis ia dikenal sangat pro ekonomi rakyat dan pengusaha kecil informal.

Nama Kemal menjadi sangat populer tahun 2017 ketika ia melakukan jalan kaki dari Ankara ke Istanbul. Pakai sandal. Sejauh Sukabumi ke Jakarta. Itu ia lakukan untuk menuntut keadilan dari pemerintah Erdogan yang dianggap otoriter.

Di tengah perjalanan banyak pendukungnya bergabung. Total sampai 10.000 orang. Satu orang meninggal kena serangan jantung. Lalu, ganti anaknya bergabung di long march itu.

Jarak itu ditempuh dalam 21 hari. Tentu ada usaha penghadangan di beberapa tempat. Termasuk tiba-tiba ada proyek pembongkaran jalan. Tapi banyak juga yang simpati sambil kasihan. Para dokter mengingatkan agar Kemal ganti sepatu. Untuk menjaga kesehatan kakinya. Tapi Kemal tetap menyelesaikan demonya dengan sandal dan baju putihnya.

Sejak itu nama Kamal sering disebut sebagai Mahatma Gandhi-nya Turkiye.

Di lain pihak inflasi yang hyper di Turkiye membuat popularitas Erdogan menurun. Apalagi ia sudah 20 tahun menjabat presiden. Mata uang Turkiye merosot tajam. Turkiye sering kena sanksi Amerika. Harga-harga kebutuhan hidup naik terus.

Boleh dikata periode terakhir masa jabatan Erdogan kurang baik. Ndilalah kena gempa bumi pula, yang Anda belum lupa: begitu dahsyatnya.

Tapi Erdogan dipandang sebagai orang kuat. Dua periode pertamanya pembangunan Turkiye luar biasa. Di perang Ukraina Turkiye begitu banyak berperan sebagai penjaga Selat Bosporus yang berwibawa.

Erdogan masih lima tahun lebih muda dari Kemal. Kini umur Erdogan 69 tahun. Di Turkiye belum muncul calon pemimpin yang lebih muda.

Mungkin soal agama akan menentukan Pilpres bulan depan. Unggul 5 persen belum jadi jaminan Kemal akan menang. Apalagi keyakinannya pernah dianggap sebagai aliran sesat di Turkiye. Bahkan dilarang di zaman Kemal Attaturk, di tahun 1925.

Keyakinan Kemal Kılıçdaroğlu adalah ini: Alevi.

Alevi sebenarnya satu aliran tarekat yang kini hanya ada di Turkiye dan sekitarnya. Terbanyak di pedalaman Turkiye. Di pegunungan tengah. Kalau Anda melakukan perjalanan dari Ankara ke Konya, di tengah perjalanan itulah basisnya. Ankara adalah ibu kota Turkiye. Konya adalah tempat Maulana Rumi mengajarkan aliran sufinya. Berarti wilayah pedalaman Turkiye ini didominasi aliran sufi.

Ketika perjalanan Anda dari Ankara melewati dua jam, beloklah ke kiri. Satu jam dari belokan itulah pusatnya Alevi.

Di situlah ''pemegang kunci pintu'' menuju Tuhan dimakamkan. Ia adalah mursyid besar Alevi. Namanya, mungkin Anda tidak ingin tahu: Haji Bektash Veli.

Alevi sebenarnya sama saja dengan aliran tarikat yang lain. Mereka percaya pemegang kunci pintu pertama menuju Tuhan adalah Ali bin Abu Tholib. Kedua, Hasan. Ketiga, Husein. Dan seterusnya.

Bedanya, pemegang kunci itu, akhirnya sampai ke Haji Bektash di pedalaman Turkiye. Bedanya lagi, aliran Alevi memuja Ali jauh lebih hebat dari syiah sekali pun.

Alevi menambah dua kalimat syahadat menjadi tiga kalimat. Kalimat ketiga itu berbunyi: "Ali adalah sahabat Allah".

Ali, di mata mereka adalah satu kesatuan dengan Muhammad. Ia ibarat dua sisi dari satu koin. Karena itu Alevi juga merayakan 10 Muharram, tanggal tewasnya putra Ali yang juga cucu Muhammad, besar-besaran.

Ayatullah Khomaeni pernah menyebut Alevi adalah syiah juga. Alevi percaya 12 imam, yakni para pemegang kunci pintu utama. Juga percaya Imam Mahdi. Dan Haji Bektash, mursyid besar Alevi, adalah orang Khurasan yang mengelana ke Turkiye.

Begitu besarnya Alevi di pedalaman Turkiye sampai mereka punya ''masjid'' sendiri. Semacam padepokan untuk manakiban Alavi. Bangunannya mirip masjid tapi bukan masjid. Di kota metropolitan Istanbul pun banyak terdapat padepokan Alevi.

Di zaman itu, abad 12-13, banyak orang menjadi Islam karena tarekat. Sampai ke India. Pun Tiongkok. Bahkan sampai ke Albania di Eropa. Ketika Alevi dilarang di Turkiye pusat Alevi dipindah ke Albania.

Maka Pilpres Turkiye bulan depan juga menjadi persaingan antara Islam formalis dan Islam spiritualis. Antara sare'at dan tarekat.

Tapi ujungnya ujung tetap saja politik kekuasaan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya