Berita

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal/RMOL

Politik

Judicial Review UU Cipta Kerja, Partai Buruh: Demokrat dan PKS Jangan Lip Service!

SELASA, 11 APRIL 2023 | 13:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Buruh bakal mengajukan judicial review atau uji materi ke Mahkamah Konstitusi terkait pengesahan UU Cipta Kerja, dalam waktu dekat.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, akan menggandeng dua Parpol yang ikut menolak UU Cipta Kerja untuk diminta menjadi saksi fakta, yakni PKS dan Demokrat.

"Kami berkeyakinan Mahkamah Konstitusi akan memutuskan bahwa UU No 6/2023 tentang Cipta Kerja inkonstitusional," tegas Iqbal, di depan Gedung DPR RI, Selasa (11/4).


Meski begitu, dia ragu kedua Parpol itu bersedia. Pasalnya, pada 2020, PKS dan Demokrat menolak ajakan Partai Buruh ketika hendak mengajukan judicial review.

"Untuk itu kami serukan kepada dua Parpol yang menolak Omnibus Law, kali ini harus bersedia jadi saksi fakta, kalau enggak, kita kampanyekan mereka hanya lip service," tandas Said Iqbal.

Tidak sekadar judicial review, Partai Buruh dan organisasi serikat buruh juga akan melakukan aksi “Mengepung Mahkamah Konstitusi”.

Aksi itu diklaim akan diikuti 100 ribu buruh se-Jawa, untuk mengawal setiap sidang judicial review UU Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya