Berita

Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi diperiksa KPK, Senin (10/4)/RMOL

Hukum

Sempat Dibantah, Ternyata Prasetyo Edi Dicecar KPK Soal Aliran Uang Dugaan Korupsi Tanah Pulogebang

SELASA, 11 APRIL 2023 | 12:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Aliran uang dugaan korupsi pengadaan tanah Pulogebang menjadi hal yang dikorek tim penyidik saat memeriksa Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi pada Senin kemarin (10/4).

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, Prasetyo Edi dicecar terkait proses pembahasan anggaran RAPBD DKI Jakarta tahun 2018 dan APBD DKI Jakarta 2019, khususnya soal penyertaan modal daerah kepada PD Sarana Jaya.

"Di samping itu, penyidik juga konfirmasi mengenai dugaan aliran uang dari pihak swasta yang diterima beberapa pihak dalam pembahasan anggaran dimaksud," kata Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa siang (11/4).


Keterangan KPK ini berbeda dengan pengakuan politisi PDIP ini usai diperiksa KPK kemarin. Selama lima jam diperiksa, Prasetyo mengaku hanya ditanya soal proses pembahasan anggaran pengadaan tanah Pulogebang di DPRD DKI Jakarta, tidak sampai pada aliran uang.

Prasetyo menyebut, rapat DPRD DKI tersebut dipimpin M. Taufik dari Fraksi Gerindra. Karena kata Prasetyo, fraksi PDI Perjuangan menolak rumah hunian DP nol rupiah.

Bahkan, Prasetyo membantah ada barang-barang yang diamankan oleh tim penyidik saat ruang kerjanya di Gedung DPRD DKI Jakarta digeledah.

Tak hanya itu, Prasetyo juga membantah adanya kabar yang menyebut dirinya turut menerima uang dalam pengadaan tanah di Pulogebang yang tengah disidik KPK.

"Enggak-enggak (saat menjawab soal dugaan terima uang). Yang jelas Fraksi PDI Perjuangan menolak DP nol rupiah," pungkas Prasetyo.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya