Berita

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto/Net

Hukum

PKS Desak KPK Usut Dugaan Korupsi di Kementerian ESDM

SABTU, 08 APRIL 2023 | 09:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak mengusut dugaan korupsi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Ditjen Minerba Kementerian ESDM, karena jadi pintu masuk untuk membongkar korupsi lain yang lebih besar.

Desakan itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/4).

“Langkah KPK memeriksa dugaan korupsi tunjangan kinerja birokrasi di Ditjen Minerba ini  bagus, apalagi kalau masuk lebih material, seperti penyimpangan PNBP batubara, nikel dll. Tentu kita tak ingin KPK berhenti pada kasus korupsi tunjangan kinerja ini saja,” katanya.


Menurut dia, praktik korupsi bidang minerba perlu mendapat perhatian. Sebab sektor ini bisa mengoptimalkan penerimaan negara, baik melalui mekanisme pajak maupun non pajak, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Sebelumnya surplus APBN terjadi karena didorong penerimaan negara dari komoditas ini, ketika harga internasional meningkat. Apalagi kalau PNBP progresif batubara yang lebih proporsional diterapkan, otomatis penerimaan negara melejit,” demikian Mulyanto.

Sebelumnya, Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) telah melaporkan dugaan korupsi PNBP di lingkungan Ditjen Minerba Kementerian ESDM.

CERI memberikan sejumlah data potensi kerugian negara kepada KPK, sebagai bahan awal memeriksa dugaan korupsi itu.

Selain dugaan korupsi PNBP, CERI juga mensinyalir praktik korupsi lain di Ditjen Minerba.

Karena itu CERI berharap KPK mengusutnya dan bisa jadi pintu masuk mengusut dugaan kasus korupsi lain yang lebih besar.

“Sumber-sumber kompeten pun sudah kami informasikan ke KPK, dan kami siap membantu penyelidikan perkara ini," kata Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/4).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya