Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo akan Kehilangan Momentum Nyapres jika Bersama PDIP di Koalisi Besar

JUMAT, 07 APRIL 2023 | 14:09 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Gagasan koalisi besar dikhawatirkan akan memupus hasrat pencapresan ketua umum parpol besar yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Pandangan pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, kekhawatiran itu akan makin besar saat parpol pemenang Pemilu 2019, PDIP bergabung ke dalam koalisi besar.

Sebab, PDIP tidak akan mungkin rela memberikan kursi calon presiden kepada parpol lain. Apalagi partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini bisa mengusung capres sendiri tanpa berkoalisi.


Dikatakan Jamiluddin, dua partai yang akan merugi jika PDIP bergabung ke koalisi adalah Golkar dan Gerindra.

"Setidaknya kader Golkar dan Gerindra akan meradang bila hal itu terjadi. Sebab, dua partai itu sudah mematok ketumnya menjadi capres," kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/4).

Mantan Dekan Fikom IISIP ini mengatakan, Prabowo yang elektabilitas sangat tinggi tentu tidak rela bila diberi posisi cawapres. Apalagi, peluangnya untuk menjadi presiden relatif besar pada Pilpres 2024.

"Kalau pada Pilpres 2024 tidak terwujud, maka Prabowo sudah kehilangan momentum untuk menjadi presiden. Prabowo sudah berjuang dari tahun 2014 untuk menjadi presiden," ujarnya.

Oleh karenanya, ia berpandangan bahwa posisi Prabowo capres saat ini adalah harga mati bagi Gerindra.

"Tampaknya Prabowo capres bagi Gerindra sudah harga mati. Karena itu, koalisi apa pun akan diterima Gerindra asalkan ketumnya (Prabowo) jadi capres," demikian Jamiluddin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya