Berita

Presiden Joko Widodo saat silaturahmi bersama lima ketua umum partai politik koalisi pemerintah di kantor DPP PAN/Ist

Politik

Tersandera, Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Terpaksa Ikut Arahan Jokowi

KAMIS, 06 APRIL 2023 | 22:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peluang partai politik (parpol) pendukung pemerintahan yang tergabung di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), diprediksi tidak punya ruang gerak yang leluasa, karena tersandera Presiden Joko Widodo.

"Mereka lebih memilih bersama pemerintah. Karena dari kubu pemerintah ada dua sosok yang elektabilitasnya tinggi yakni Prabowo dan Ganjar. Itu lebih menggiurkan," ujar pengamat politik Citra Institute, Efriza, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/4).

Apalagi, Efriza berpandangan, peta persentase elektabilitas lawan politik barisan koalisi pemerintahan Jokowi ini, yaitu Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan, tidak sampai lima puluh persen.


"Masih dalam persentase bersaing antara Anies, Prabowo, dan Ganjar, artinya tidaklah menguntungkan berpindah kepada kubu Anies," sambungnya.

Maka dari itu, dosen ilmu pemerintahan Universitas Sutomo ini menyimpulkan, KIB dan KKIR akan mengikuti apa kata Jokowi untuk pemenangan Pilpres 2024 mendatang.

"Mending tetap dipemerintahan setidaknya, mereka punya dua hal, jabatan dan akses pemerintah masih dapat," tuturnya.

"Bahkan, jika pemerintah terlihat intervensi pemilu, di tengah isu menciptakan dua poros kekuasaan maka kemungkinan pemerintah menang masih tinggi persentase," demikian Efriza menambahkan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya