Berita

Komisaris Perlindungan Anak Rusia Maria Lvova-Belova/Net

Dunia

Tolak Rusia Bicara di Dewan Keamanan, Inggris Blokir Web Siaran PBB

RABU, 05 APRIL 2023 | 23:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Website siaran PBB telah diblokir pemerintah Inggris, menyusul rapat perdana keketuaan Rusia di Dewan Keamanan yang digelar pada Rabu (5/4).

Mengutip The Jerusalem Post, keputusan pemblokiran oleh Inggris dilakukan karena Rusia tidak memberi tahu siapa yang akan memberikan pengarahan dalam pertemuan DK PBB yang berfokus pada evakuasi anak-anak Ukraina.

Beredar kabar, bahwa Komisaris Perlindungan Anak Rusia Maria Lvova-Belova yang akan ditunjuk untuk memberikan pengarahan tersebut.


Jika benar, tentu Inggris sangat menolak pertemuan itu. Lvova-Belova merupakan salah satu dari pejabat Rusia yang tertera dalam surat perintah penangkapan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan deportasi anak-anak Ukraina secara ilegal.

Merespon sikap Inggris terhadap keketuaan Rusia di DK PBB, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy menyerukan gerakan untuk memblokir balik siaran web PBB yang menayangkan pertemuan serupa yang diketuai Inggris.

"Rusia mulai sekarang akan memblokir siaran web PBB dari semua pertemuan serupa yang mengutip 'klausul sensor Inggris'," tulis Polyanskiy di Twitter.

Menurut para diplomatik, siaran web PBB jarang diblokir. Tetapi, bulan lalu, China dilaporkan telah memblokir siaran web PBB saat AS menjadi ketua DK PBB dan menggelar pertemuan informal tentang HAM di Korea Utara.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya