Berita

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Usai Didakwa di Pengadilan, Donald Trump: Amerika akan Masuk Neraka

RABU, 05 APRIL 2023 | 12:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah menghadapi dakwaan di pengadilan New York, mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang murka, buka suara dan mengaku tidak bersalah atas seluruh dakwaan itu.

Dalam pernyataan publik pertamanya yang ia keluarkan setibanya di rumahnya di Florida, Trump berbicara kepada para pendukungnya dengan mengatakan kasus palsu itu sengaja diajukan kepadanya untuk mengganggu dirinya dalam pemilu 2024 mendatang.

“Saya tidak pernah mengira hal seperti ini bisa terjadi di Amerika. Satu-satunya kejahatan yang telah saya lakukan adalah membela bangsa kita tanpa rasa takut,” kata Trump.


"Negara kita akan masuk neraka”, tambahnya, ketika kerumunan pendukung bersorak bertepuk tangan untuk mendukungnya.

Menurut pria berusia 76 tahun ini, kampanyenya merupakan korban campur tangan pemilu, dan mengecam Jaksa New York Alvin Bragg karena telah mengajukan tuntutan pidana terhadapnya.

Dimuat Hindustan Times, Rabu (5/4), Trump menduga bahwa jaksa penuntut kiri radikal di seluruh negeri sedang berusaha untuk menangkapnya dengan berapa pun biayanya.

Dalam sidangnya itu, Jaksa menuduh Trump mengatur pembayaran sebagai uang tutup mulut kepada dua wanita sebelum pemilu AS 2016, untuk menekan mereka agar tidak mempublikasikan hubungan dengannya.

Selain itu ada pula dakwaan bahwa Trump memalsukan catatan bisnisnya. Tuduhan ini merujuk penyelidikan dari jaksa Alvin Bragg, terhadap pembayaran diam-diam yang dilakukan Trump selama kampanye presiden 2016.

Jaksa menyebut mantan presiden berusaha merusak integritas pemilu 2016 dan merupakan bagian dari rencana yang melanggar hukum untuk menekan informasi negatif selama pemilu.

Trump menjadi mantan Presiden AS pertama yang menghadapi tuntutan pidana. Ia sendiri pun telah menyangkal semua dakwaan tersebut, dengan pengacaranya mengatakan bahwa mereka akan berjuang agar dakwaan tersebut dibatalkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya