Berita

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahab Sihabudin/RMOL Jabar

Politik

Legislator PKS Jabar Ajak Umat Islam Jauhi Politik Pragmatis

RABU, 05 APRIL 2023 | 09:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sudah saatnya umat Islam di tanah air merapatkan barisan dan berjuang bersama berdasarkan ide yang sama.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahab Sihabudin, kepada wartawan, Selasa (4/4).

"Jauhi politik pragmatis yang hanya mementingkan kepentingan sesaat yang menjadikan umat mayoritas ini hanya jadi tamu di negeri sendiri," kata politikus PKS tersebut.


Menurut Ahab, selama ini umat Islam telah terpecah belah dan terlalu sibuk meributkan perbedaan yang tidak prinsip. Bahkan perbedaan itu menjalar ke dalam pergerakan politik umat Islam di tanah air.

"Semua itu menyebabkan timbulnya persaingan tidak sehat dan sentimen politis antarsesama partai Islam," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Ahab meyakini suatu saat umat Islam bisa bersatu dan menyadari bahwa secara teologis tak ada pemisahan antara agama dan politik.

"Masalah kemasyarakatan, termasuk di dalamnya masalah negara atau politik, merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari persoalan agama. Sebagai manifestasi dari pandangan ini adalah perlunya kekuasaan politik," terangnya.

Ditinjau dari sudut pandang sosiologis, Ahab juga optimistis kebangkitan umat Islam sudah semakin dekat.

"Islam di Indonesia merupakan agama mayoritas. Pemeluknya mencapai sekitar 90 persen dari seluruh jumlah penduduk," tuturnya.

Menutup, Ahab mengatakan, PKS akan selalu jadi bagian dari upaya mempersatukan umat Islam di tanah air. PKS juga membuka pintu selebar-lebarnya kepada organisasi, partai, dan tokoh-tokoh dari kalangan muslim yang mau bersama-sama memperjuangkan umat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya