Berita

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani/Ist

Politik

Jangan Sampai Ketinggalan Kereta, PDIP Harus Usung Puan Bertarung pada 2024

SELASA, 04 APRIL 2023 | 15:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pertarungan Pilpres 2024 diprediksi bakal diikuti oleh sejumlah figur potensial calon presiden (capres) dari beberapa poros koalisi yang sudah maupun akan terbentuk. Termasuk dari Koalisi Besar yang sejauh ini masih dalam tahap wacana.

Menurut pengamat politik, Jerry Massie, Koalisi Besar kemungkinan gabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

“Tapi Prabowo tetap akan jadi capres, wakilnya entah Airlangga, Cak Imin, Ganjar, atau Erick Thohir. Dan bisa saja Sandiaga Uno,” ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/4).


Selain Koalisi Besar, Jerry melihat Koalisi Perubahan yang diisi Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS, juga tidak bisa dianggap enteng. Belakangan, koalisi ini mendapat sebutan baru: Koalisi Langsing.

“Nah, Koalisi Langsing bisa berbahaya. Nama Anies sebagai capres tak bisa digusur lagi. Untuk wakilnya bisa Agus Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, Prof Mahfud MD, sampai Rizal Ramli,” tuturnya.

Meski begitu, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini masih melihat satu poros lain yang bisa mengusung capres pada 2024.  Yaitu PDI Perjuangan yang mendapat kursi mayoritas di parlemen berdasarkan hasil Pemilu Serentak 2019.

Meski PDIP sendirian, Jerry yang juga doktor komunikasi politik lulusan America Global University ini memandang, tak berarti nihil peluang untuk mengalahkan dua poros yang ada.

Karena itu, ia mendorong ketua umum partai berlambang banteng moncong putih ini, Megawati Soekarnoputri, mengusung sosok Ketua DPR RI, Puan Maharani.

“Karena bisa saja Puan kehilangan kursi. Jadi untuk bisa bertarung maka tak ada pilihan untuk PDIP selain mengusung kader sendiri. Kalau tidak, bisa saja ketinggalan kereta, kendati pun sudah punya kendaraan politik,” demikian Jerry. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya