Berita

Ilustrasi/Net

Global

Tolak Bayar, Twitter Hapus Tanda Centang Biru Akun The New York Times

SENIN, 03 APRIL 2023 | 08:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Akun Twitter resmi milik The New York Times, salah satu organisasi berita yang paling dibenci oleh CEO Elon Musk, telah kehilangan tanda verifikasi centang biru.

Hal itu sesuai tenggat waktu yang diberikan Musk pekan lalu bagi pengguna terverifikasi untuk membeli langganan Twitter premium atau kehilangan centang biru di profil mereka.

The New York Times atau biasa orang menyebutnya Times, telah mengatakan dalam sebuah berita bahwa mereka tidak akan membayar Twitter untuk verifikasi akun institusionalnya.


Pada Minggu pagi (2/4), Musk men-tweet bahwa tanda centang Times akan dihapus.

Akun Times lainnya seperti halaman berita dan opini bisnisnya masih memiliki tanda centang biru atau emas pada hari Minggu, begitu pula beberapa reporter untuk organisasi berita tersebut.

"Kami tidak berencana membayar biaya bulanan untuk status tanda centang untuk akun Twitter institusional kami," kata Times dalam sebuah pernyataan, Minggu, seperti dikutip dari AP, Senin (3/4).

"Kami juga tidak akan mengembalikan uang untuk membayar centang biru Twitter kepada reporter untuk akun pribadi, kecuali dalam kasus yang jarang terjadi di mana status ini penting untuk tujuan pelaporan," kata surat kabar itu.

Dalam serangkaian tweet Musk mengatakan Twitter harus menyertakan tanda centang otentikasi sebagai fitur layanan langganan premium Twitter Blue.

Biaya menjaga tanda centang berkisar dari 8 dolar AS per bulan untuk pengguna web individual hingga harga mulai 1000 dolar AS per bulan untuk memverifikasi organisasi, ditambah 50 dolar AS per bulan untuk setiap afiliasi atau akun karyawan.

Selain melindungi selebritas dari peniru, salah satu alasan utama Twitter untuk menandai profil dengan tanda centang biru yang dimulai sekitar 14 tahun lalu adalah untuk memverifikasi politisi, aktivis, dan orang-orang yang tiba-tiba muncul di berita, serta jurnalis kecil yang kurang dikenal publikasinya di seluruh dunia.

Tanda verifikasi juga digunakan sebagai alat tambahan untuk mengekang misinformasi yang berasal dari akun yang menyamar sebagai orang.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya