Berita

Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino/Net

Politik

Tutup Ruang Diskusi Rasional, GMNI Tegas Tolak Narasi Politik Identitas

SABTU, 01 APRIL 2023 | 15:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tegas menolak adanya praktik politik identitas. Terlebih, menjelang gelaran Pemilu 2024.

Sikap itu, disampaikan Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino dalam rangka Dies Natalis yang ke-69 GMNI, melalui keterangan tertulis, Sabtu (1/4).

Arjuna menyampaikan, tidak ada manfaat yang bisa diambil dari narasi politik identitas. Terutama yang berbasis agama, kata dia, hal ini dapat menguatkan pola pikir ekstremisme yang berujung pada terorisme.


“Tentu kita tidak mau negara ini mengalami disintegrasi akibat politik identitas yang dijadikan sebagai alat politik meraih kekuasaan. Kita harus belajar dari Pilkada DKI 2017 yang telah menguatkan praktek intoleransi,” kata Arjuna.

Kata Arjuna, pengguna politik identitas cenderung untuk lebih jauh mengembangkan perpecahan dengan hoax melalui media sosial. Dengan bantuan buzzer, isu-isu politik identitas dibingkai, diamplifikasi serta disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.

“Ada banyak argumen untuk menghalalkan praktek politik identitas. Mulai dari seakan-akan politik identitas itu sesuatu yang alamiah. Namun apabila politik identitas yang mengandung primordialisme ini terus menerus diamplifikasi di media sosial, maka bisa jadi bom waktu,” tututrnya.

Arjuna menambahkan, politik identitas sangat berkontribusi mengikis rasionalisme pemilih, di mana pemilih lebih mempertimbangkan aspek sentimen primodial atau agama dibanding kualitas figur.

“Hasilnya, diskusi rasional disumbat oleh isu identitas. Kita mesti lawan karena sama halnya dengan pembodohan,” tandasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya