Berita

Oscar Pistorius saat mengajukan pembebasan bersyarat atas kasus pembunuhan/Net

Olahraga

Afrika Selatan Tolak Pengajuan Pembebasan Bersyarat Oscar Pistorius atas Kasus Pembunuhan

SABTU, 01 APRIL 2023 | 07:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dewan penjara Afrika Selatan menolak pengajuan pembebasan bersyarat mantan juara Paralimpiade Afsel, Oscar Pistorius, yang dihukum karena membunuh pacarnya Reeva Steenkamp 2013 lalu.

Layanan penjara menginformasikan pada Jumat (31/3), bahwa penolakan tersebut terkait dengan fakta bahwa terpidana belum menjalani sebagian dari hukumannya untuk dapat memperoleh pembebasan lebih awal.

"Narapidana belum menyelesaikan masa penahanan minimum, seperti yang diputuskan oleh Mahkamah Agung dalam sidang putusan Pistorius pada 2017," kata pernyataan itu.


Dalam memo singkat yang diperoleh AFP, dan bertanggal Selasa, pengadilan menjelaskan bahwa mereka menganggap hukuman yang dijatuhkan mulai dari tanggal hukumannya pada tahun 2017 dan bukan dari hukuman pertamanya pada tahun 2014.

"Permintaan itu ditolak dan akan ditinjau dalam satu tahun," kata pengacara keluarga korban, Tania Koen, menyambut baik keputusan itu.

Juru bicara layanan penjara, Singabakho Nxumalo, mengatakan kepada pers bahwa Oscar Pistorius akan menyelesaikan persyaratan minimum pada Agustus 2024, dan dia dapat mengajukan pembebasan lebih awal.

Komite ad hoc bertemu pada Jumat pagi di penjara Atteridgeville dekat Pretoria, tempat mantan atlet berusia 36 tahun itu menjalani hukuman lebih dari 13 tahun. Di bawah hukum Afrika Selatan, seorang terpidana pembunuhan memenuhi syarat untuk dibebaskan lebih awal setelah menjalani setengah dari hukumannya.

Orang tua Reeva Steenkamp telah mengumumkan penentangan mereka terhadap pembebasan awal, percaya bahwa Oscar Pistorius tidak pernah mengatakan yang sebenarnya.

"Saya tidak percaya ceritanya," kata June Steenkamp, ​​ibu korban, saat dia tiba di luar penjara.

Pengacara menambahkan, orang tua korban menjalani hukuman seumur hidup sejak kematian putri mereka yang kejam.
 
"Mereka percaya bahwa dia tidak boleh dibebaskan karena dia tidak menunjukkan penyesalan dan dia tidak direhabilitasi, karena jika demikian, dia akan jujur ​​dan akan menceritakan kisah nyata tentang apa yang terjadi malam itu," ujarnya.

Kisah mengerikan terjadi pada dini hari Valentine, 14 Februari 2013. Pistorius menembakkan pistol melalui pintu kamar mandi kamar tidurnya. Reeva Steenkamp, ​​model berusia 29 tahun, tewas oleh empat peluru.

Pistorius yang dijuluki "Blade Runner", ditangkap di pagi hari usai pembunuhan. Dia mengatakan penembakan terjadi karena kesalahpahaman, dan mengatakan ada pencuri masuk ke kediamannya saat kejadian.

Selama persidangannya, yang disiarkan langsung di televisi pada tahun 2014, mantan bintang itu tampak menangis, muntah saat membaca laporan otopsi. Dia divonis lima tahun penjara karena pembunuhan saat itu.

Penuntut yang tidak terima mengajukan banding dan mengatakan kasus Pistorius sebagai sebagai pembunuhan. Kisah peradilan membuat media tegang, dunia terpesona oleh kasus yang tidak biasa ini.

Saat naik banding, Pistorius menampilkan dirinya di atas tunggulnya untuk mencoba memenangkan simpati hakim. Dia kemudian dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

JPU masih menganggap hukuman itu belum cukup. Hingga pada 2017, Mahkamah Agung kemudian menjatuhkan hukuman 13 tahun 5 bulan penjara.

Pistorius kehilangan kaki setelah diamputasi saat berusia 11 bulan karena cacat bawaan, dia lahir dengan kehilangan kedua kaki bagian luar dan kedua fibula.

Akibat kasus ini, Pistorius bangkrut karena ditinggal semua sponsor sampai harus menjual rumah untuk membayar pengacara.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya