Berita

Analis politik yang juga Ketua Umum (Ketum) Sepakbola Indonesia Juara (SIJ), Hendri Satrio/RMOL

Politik

Pemerintah Harus Aktif Buka Dialog dengan Penolak Timnas Israel

RABU, 29 MARET 2023 | 17:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintahan Joko Widodo diminta aktif membuka dialog terhadap elemen-elemen yang menolak kehadiran timnas Sepakbola Israel dalam perhelatan piala dunia U-20 di Indonesia sebagai tuan rumah.

Selain itu, Indonesia disarankan terus berkomunikasi dengan FIFA agar kepentingan memajukan sepakbola nasional tidak terpinggirkan.

Begitu saran yang disampaikan oleh Analis politik yang juga Ketua Umum (Ketum) Sepakbola Indonesia Juara (SIJ), Hendri Satrio alias Hensat. Saran itu ia sampaikan menanggapi polemik pro dan kontra kehadiran timnas Israel dalam perhelatan piala dunia U-20.


Hensat mengatakan, pemerintah Indonesia sebaiknya bersurat resmi kepada FIFA mengenai konstitusi Indonesia dan sikap politik rakyat Indonesia terkait kehadiran timnas Sepakbola Israel.

"Dengan adanya pertimbangan-pertimbangan konstitusi di dalam surat tersebut, pemerintah Indonesia bisa meminta kelonggaran terhadap FIFA, apakah perhelatan pertandingan bisa digelar di kota atau negara yang netral atau pertandingan bersifat tertutup," ujar Hensat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/3).

Selain itu kata Hensat, langkah tersebut juga disertai pernyataan sikap resmi dan tegas, bahwa Indonesia terus mendukung kemerdekaan rakyat Palestina, sebagaimana diamanatkan UUD 1945.

"Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri harus membuat corong suara yang keras dan lantang. Di sisi lain, pemerintah juga bisa mengakomodasi aspirasi sebagian kelompok masyarakat yang simpati dengan perjuangan rakyat Palestina, misalkan dengan mengizinkan demo, namun di lokasi-lokasi tertentu yang telah ditentukan dan tidak berdekatan dengan stadion tempat bertanding," kata Hensat.

Karena menurut Hensat, sepakbola seharusnya tidak dicampuradukkan dengan politik sebagaimana anggaran dasar FIFA. Akan tetapi, FIFA sendiri sebagai penyelenggara pernah mencampuradukkan sepakbola dengan politik ketika FIFA melarang dan mencoret Rusia ikut serta dalam Piala Dunia 2022 dengan alasan invasi Rusia terhadap Ukraina.

"Melihat preseden ini, justru FIFA yang bisa mengambil keputusan terhadap para negara yang menjadi anggotanya, sementara pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah hanya menjalankan amanat FIFA untuk menggelar perhelatan tersebut agar sukses menjadi tuan rumah yang baik," jelas Hensat.

Selain itu, Hensat menilai bahwa pemerintah dan PSSI harus memastikan seluruh tahapan pelaksanaan Piala Dunia U-20 berjalan sesuai jadwal. Pemerintah dan PSSI juga harus mengantisipasi jika seandainya timnas berada dalam satu grup dengan timnas Israel, akan muncul penolakan besar-besaran dan pemerintah harus memiliki strategi yang tepat.

"Yang jelas, seperti kata Bung Karno, internasionalisme dan nasionalisme harus berdampingan, tapi kepentingan nasional harus lebih diutamakan. Sikap frontal Bung Karno yang menolak timnas Israel 66 tahun silam dilakukan sepenuhnya demi kepentingan nasional, merebut kembali Papua. Saat ini sikap penolakan, bila dilakukan pemerintah, malah justru merugikan Indonesia, khususnya sepakbola nasional," terang Hensat.

Tak hanya itu kata Hensat, pemerintah juga harus aktif membuka dialog terhadap elemen-elemen yang menolak kehadiran timnas Israel, berkomunikasi dengan FIFA, agar kepentingan memajukan sepak bola nasional tidak terpinggirkan.

"Pasalnya, hingga kini, koordinasi siapa menteri yang menangani isu ini tidak ada sama sekali. Komunikasi dan koordinasi antar kementerian untuk merespons isu politis ini juga harus dilakukan. Jangan sampai ada berita simpang siur dan PSSI pun 'kebingungan' merespons isunya," pungkas Hensat.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya