Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping/Net

Global

Langkah Putin Sebar Senjata Nuklir di Belarusia Permalukan Xi Jinping

SELASA, 28 MARET 2023 | 11:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menempatkan senjata nuklir di Belarusia dinilai telah mempermalukan Xi Jinping. Lantaran China tengah berusaha berperan sebagai agen perdamaian perang Ukraina.

Mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Rusia, Michael McFaul, berpendapat, Putin telah mengabaikan pesan damai Xi setelah keduanya sepakat untuk tidak menyebar senjata nuklir di luar teritorial mereka.

"Baik Putin dan (Presiden Belarusia Alexander) Lukashenko mempermalukan Xi. Ingat, Lukashenko baru saja disuguhi kunjungan kenegaraan mewah ke China. Xi baru saja datang ke Moskow. Tidak dapat membayangkan keputusan ini berjalan dengan baik di Beijing,"  cuit McFaul di Twitter pada Minggu (26/3).


China merupakan salah satu sekutu terkuat Rusia. Berulang kali China menggembar-gemborkan kemitraan tanpa batas dengan Rusia.

Di sisi lain, Beijing mengklaim netral dalam perang di Ukraina, enggan menyebutnya operasi militer Rusia sebagai invasi. Bahkan China mengeluarkan proposal gencatan senjata dan pembicaraan damai pada bulan lalu.

Pada Sabtu (25/3), Putin mengumumkan penempatan senjata nuklir taktis di Belarusia, di mana pasukan Rusia berlatih untuk invasi awal ke Ukraina lebih dari setahun yang lalu.

Keputusan Putin dilaporkan datang sebagai tanggapan terhadap Inggris yang menyediakan peluru penembus baja yang mengandung uranium yang sudah habis kepada Ukraina.

Beberapa hari sebelum pengumuman Putin, Moskow dan Beijing mengeluarkan pernyataan bersama tentang penyebaran senjata nuklir di luar negeri.

"Semua kekuatan nuklir tidak boleh menyebarkan senjata nuklir mereka di luar wilayah nasional mereka, dan mereka harus menarik semua senjata nuklir yang digunakan di luar negeri," bunyi pernyataan itu.

Terlepas dari hubungan dekat Rusia dan China, Putin terbukti telah mengabaikan pernyataan bersama antara kedua negara untuk tidak menyebar senjata nuklir di luar batas teritorial.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya