Berita

Poster dari pendemo di luar kantor parlemen Israel, atau Knesset, yang menentang rencana perombakkan peradilan di Yerusalem, 27 Maret 2023/Net

Dunia

Diplomat Ikutan Protes Reformasi Peradilan, Kedutaan Israel di Beberapa Negara Ditutup

SELASA, 28 MARET 2023 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi protes menolak rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk merombak peradilan negara juga dilakukan para diplomat dengan menutup kedutaan dan konsulat Israel di beberapa negara pada Senin (27/3) waktu setempat.

Penutupan Kedutaan Israel di AS diumumkan oleh Juru Bicara Elad Strohmayer dalam cuitan di akun Twitter pada Senin pagi.

"Kedutaan Besar Israel akan ditutup hari ini sampai pemberitahuan lebih lanjut dan tidak ada layanan konsuler yang akan disediakan," cuit Strohmayer, seperti dikutip dari AFP, Selasa (28/3).


Sebuah tweet dalam bahasa Ibrani di akun kedutaan mengkonfirmasi pengumumannya.

Strohmayer menjelaskan bahwa Histadrut, serikat pekerja terbesar Israel, menginstruksikan semua pegawai pemerintah untuk mogok, termasuk misi diplomatik Israel di seluruh dunia.

Kedutaan Israel di Prancis juga bergabung dalam pemogokan tersebut.

Sementara itu, meskipun Kedutaan Israel di London tidak membuat pengumuman di akunnya, Duta Besar Tzipi Hotovely mentweet untuk memuji kerja sama keamanan dan intelijen dengan Inggris.

Pemogokan massal telah menutup bandara internasional Ben Gurion di Tel Aviv dan sebagian besar sistem perawatan kesehatan Israel. Histadrut mengatakan tindakan yang tidak biasa itu dimaksudkan untuk "menghentikan kegilaan" dari reformasi peradilan yang diusulkan Netanyahu.

Rencana Netanyahu untuk mengekang kekuasaan Mahkamah Agung telah disambut dengan kemarahan yang meluas. Protes terhadap tindakan tersebut menarik lebih dari 600.000 orang ke jalan-jalan Tel Aviv sejak Sabtu.

Kemarahan massa meledak saat Netanyahu tiba-tiba memecat Menteri Pertahanan Yoav Gallant, orang pertama yang menolak keras rencana Netanyahu tentang rencana perombakkan peradilan.

Asaf Zamir, konsul jenderal Israel di New York, mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas pemecatan Gallant.

Reformasi peradilan adalah tuntutan utama dari salah satu mitra koalisi Netanyahu. Jika dia menarik proposal tersebut, pemerintah mungkin kehilangan mayoritas Knesset, memaksa pemilihan parlemen keenam dalam lima tahun.

Perubahan yang diusulkan Netanyahu akan membatasi kekuasaan Mahkamah Agung untuk memerintah legislatif dan eksekutif, memberikan parlemen Israel (Knesset) kekuasaan untuk mengesampingkan putusan Mahkamah Agung dengan mayoritas sederhana 61 suara dari 120.

Proposal kedua akan menghilangkan kewenangan Mahkamah Agung untuk meninjau legalitas Hukum Dasar Israel, yang berfungsi sebagai konstitusi negara.

Reformasi juga akan mengubah cara hakim Mahkamah Agung dipilih, memberi politisi kekuatan menentukan dalam menunjuk hakim.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya