Berita

Jurubicara pemerintah Jepang, Hirokazu Matsuno/Net

Dunia

Jepang Desak China Bebaskan Warganya yang Ditahan atas Dugaan Mata-mata

SENIN, 27 MARET 2023 | 16:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jepang mendesak pemerintah China untuk segera membebaskan warga negaranya yang ditahan di Beijing karena diduga melanggar hukum domestik.

Jurubicara pemerintah Jepang, Hirokazu Matsuno mengatakan pihaknya tengah mencari akses konsuler untuk dapat membebaskan warganya.

"Sejak kami mengetahui kasus ini, pemerintah Jepang sangat mendesak agar warga negara Jepang segera dibebaskan. Kami perlu melindungi warga kami," kata Matsuno.


Menurut Matsuno, warganya yang ditangkap otoritas China merupakan seorang pria berusia sekitar 50 tahun yang bekerja di industri farmasi. Ia ditangkap bulan lalu dengan tuduhan mata-mata.

Dimuat Al Arabiya pada Senin (27/3), belum diketahui kejahatan apa yang dilakukan pria Jepang itu. Akan tetapi Beijing dikabarkan sering menahan warga negara Tokyo setiap tahunnya.

"Sejak 2015, setidaknya 16 warga negara Jepang, telah ditahan di China karena diduga terlibat dalam kegiatan spionase," kata seorang sumber dari Kyodo News.

Pada Maret 2020 lalu, pemerintah Tiongkok menahan seorang profesor universitas Jepang yang berasal dari negaranya, karena diduga telah menjadi mata-mata Tokyo.

Sementara pada Oktober 2019, otoritas China melakukan hal yang sama kepada seorang profesor Jepang, yang juga dicurigai bekerja sebagai mata-mata. Namun tahanan tersebut telah berhasil dibebaskan dan kembali ke Jepang pada bulan berikutnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya