Berita

Aparat keamanan Kenya saat berusaha membubarkan para pengunjuk rasa, pada aksi protes anti-pemerintah/Net

Dunia

Kepala Polisi Kenya Larang Protes Oposisi Setelah Kerusuhan Meletus di Negaranya

SENIN, 27 MARET 2023 | 12:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Aksi protes Kenya yang berujung ricuh baru-baru ini mendorong Inspektur Jenderal Kepolisian mengeluarkan peringatan keras agar aksi tidak kembali terjadi menyusul kabar yang mengatakan oposisi akan kembali menggelar demonstrasi.

Jenderal Jaoheth Koome mengatakan bahwa aksi protes tanpa izin adalah ilegal. Ia mengancam akan menangkap para pemimpin oposisi dan aktivis, jika mereka berencana melakukan aksi unjuk rasa kembali.

“Demonstrasi itu ilegal dan tidak akan diizinkan. Kami akan menangkap siapa pun yang menyebabkan kekacauan,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia akan menangkap Raila Odinga, pemimpin oposisi yang mengomandoi aksi protes.


Menanggapi ancaman tersebut, Odinga menantang kepala polisi Kenya dengan mengatakan larangan tersebut melanggar konstitusi negara dan mereka memiliki hak untuk mengadakan demonstrasi.

“Kami tidak akan terintimidasi oleh polisi. Kami akan melanjutkan protes kami,” kata Odinga, yang bersumpah akan menentang aturan kepolisian.

Dimuat Anadolu Agency, Senin (27/3), larangan yang diberlakukan tersebut muncul setelah ribuan masyarakat Kenya turun ke jalan untuk menuntut pengunduran diri dari Presiden William Ruto, karena meningkatnya biaya hidup di negara itu.

Aksi protes yang berujung kekerasan tersebut, telah menewaskan satu orang mahasiswa, dan melukai lebih dari 30 anggota kepolisian ketika pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah aparat, dengan polisi membalas menggunakan gas air mata dan meriam air ke arah demonstran.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya