Berita

Mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton/Net

Dunia

Politikus Senior AS John Bolton Sebut Perintah Penangkapan Putin oleh ICC Tidak Sah

SELASA, 21 MARET 2023 | 14:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dikeluarkannya surat perintah penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) ditanggapi dingin mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton.

Berbicara kepada Sky News pada Senin (20/3), Bolton menentang keputusan ICC dan menyebut pengadilan itu pada dasarnya tidak sah.

“Selama bertahun-tahun saya percaya bahwa Pengadilan Kriminal Internasional pada dasarnya tidak sah,” kata Bolton, menambahkan bahwa surat perintah penangkapan untuk Putin adalah bukan sesuatu yang harus didukung Amerika Serikat.


“Itu institusi yang sangat berbahaya,” lanjutnya.  

Perintah penangkapan Putin adalah pelaksanaan kekuasaan pemerintah dalam ruang hampa tanpa kerangka konstitusional, menurutnya.

Kamar pra-sidang ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Putin dan Komisaris Hak Anak Rusia Maria Lvova-Belova pada Jumat (17/3), mendakwa keduanya terlibat kasus deportasi tidak sah anak-anak dari daerah pendudukan Ukraina. Tuduhan tersebut merujuk pada upaya Rusia untuk mengevakuasi warga sipil dari wilayah Donbass yang sebagian besar berbahasa Rusia.

Baik AS maupun Rusia tidak mengakui yurisdiksi ICC. Berbicara kepada wartawan pada Jumat, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa dia yakin surat perintah penangkapan itu dibenarkan, meskipun mengakui bahwa AS tidak mengakui adanya pengadilan tersebut.

Selain memberikan sanksi kepada sejumlah pejabat tinggi ICC pada tahun 2020, AS juga mempertahankan 'Undang-Undang Invasi Den Haag', yang memberikan izin kepada militernya untuk menyerang Belanda jika ada warga AS yang ditahan di pengadilan tersebut.

Saat menjabat wakil menteri luar negeri di era George W. Bush, Bolton menandatangani surat resmi yang menarik AS dari yurisdiksinya pada tahun 2002. Ketika menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Donald Trump, dia mengancam sanksi dan siapa pun yang bekerja sama dengan penyelidikan ICC atas dugaan kejahatan perang AS di Afghanistan.

Dalam pernyataan Senin, Bolton juga berpendapat bahwa dakwaan terhadap Putin dapat menghambat pembicaraan damai di Ukraina.

“Jika Anda ingin negosiasi berlangsung, apakah menurut Anda surat perintah penangkapan untuk Vladimir Putin membuatnya lebih mungkin atau lebih kecil kemungkinannya dia akan bernegosiasi?” tanyanya kepada Kay Burley dari Sky.

Sepanjang karir politiknya, Bolton menyerukan perubahan rezim atau aksi militer di Irak, Iran, Afghanistan, Libya, Korea Utara, Venezuela, dan Rusia. Musim panas lalu, dia mengaku kepada CNN bahwa dia telah membantu merencanakan kudeta di seluruh dunia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya