Berita

Karnaval adat Indonesia di Kota Jayapura, Papua/Net

Nusantara

Busana Adat Indonesia Warnai Karnaval PCYH Jayapura

MINGGU, 19 MARET 2023 | 22:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Busana adat Indonesia, mewarnai Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Papua. Busana itu, dipakai oleh ratusan anak muda yang ikut serta dalam kegiatan karnaval.

Koordinator Karnaval PYCH, Dave Marcelino Kubiari mengatakan, kegiatab itu sengaja digelar untuk memperkenalkan budaya-budaya dari berbagai provinsi di Indonesia, kepada anak-anak muda Papua.

"Baju nasional itu dari 31 provinsi yang ada di Indonesia mereka membawa sekaligus mereka dikenalkan berapa banyak dan budaya apa sih, terus baju-baju Indonesia itu seperti apa. Ini ajang kita untuk memperkenalkan budaya kita yang ada di Indonesia," ujar Dave dalam keterangan tertulis, Minggu (19/3).


Selain pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, karnaval tersebut juga menampilkan kostum dari para desainer di PYCH. Masing-masing kostum, mengambil tema kekayaan alam dan budaya yang ada di Papua.

Ada pula penampilan drum band, paskibra, dan tari-tarian tradisional Papua yang dibawakan ratusan siswa dari beberapa sekolah di Jayapura

Adapun rute karnaval ialah dari auditorium Universitas Cenderawasih hingga gedung PYCH. Total jarak yang ditempuh sekitar 8 kilometer.

Dave menuturkan, selain memperkenalkan budaya Indonesia, salah satu tujuan lain karnaval ini juga untuk mensosialisasikan PYCH kepada masyarakat di Jayapura.

"Harapannya dengan karnaval ini kita dapat menjaring dan memancing anak-anak muda Papua untuk dapat tahu bahwa PYCH hadir untuk apa. Jadi PYCH hadir untuk mengembangkan kreativitas anak muda dan talenta anak muda," tuturnya.

Adapun para peserta karnaval PYCH itu merupakan anggota Papua Muda Inspiratif (PMI) yang juga dibina oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya