Berita

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/3)/RMOL

Politik

Megawati Minta Kepala Desa Berhenti Lakukan Money Politic Jelang Pilkades

MINGGU, 19 MARET 2023 | 16:07 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam sambutan di acara Peringatan 9 Tahun UU Desa, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung sejumlah kepala desa yang kerap melakukan money politic jelang pemilihan kepala desa.

“Untuk jadi kepala desa, sekarang, ayo jangan bohong lho ya, yang bener lho. Karena ibu suka blusukan, kalau mau ada pemilihan ibu suka nongkrong pengen tahu,” kata Presiden kelima Megawati di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/3).

Megawati lantas menirukan gaya percakapannya dengan masyarakat ketika blusukan di desa terkait calon kepala desa yang bakal dipilih. Namun, ada calon kepala desa yang dinilai melakukan money politic.


“Eh yang dipilih siapa hayo, Orang-orang pada bilang, tapi bu ada tiga calon lho bu. Terus? padahal kita yang senengnya Pak A, terus, iya tapi Pak C itu wah bondone (modalnya) uakeh (banyak) lho,” katanya.

“Eee jangan bohong lho, itu fakta lapangan lho, saya tahu lho,” imbuhnya sambil terkekeh.

Kemudian dia bertanya kepada seluruh kepala desa, terkait fakta yang didapatinya itu.

“Benar apa tidak?“ teriak Megawati bertanya.

“Benar,” teriak kepala desa.

“Kurang banyak yang teriak. Hayoo..” ujarnya sambil tertawa ringan.

Dia meminta agar praktik money politic dihilangkan jelang pemilihan kepala desa. Pasalnya, untuk membangun desa perlu integritas dan dicintai oleh rakyat.

“Sudah berhentilah, jangan dilakukan itu, karena saya selalu bilang, kamu itu harus dicintai dan mencintai rakyat, karena apa yang diinginkan oleh desamu itu pasti bisa terwujud,” tutupnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya