Berita

Representative images/Net

Dunia

Survei: 71 Persen Orang Prancis Menginginkan Pengunduran Diri Macron

SABTU, 18 MARET 2023 | 09:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Survei yang diadakan setelah pemerintah Prancis meloloskan RUU reformasi pensiun yang kontroversial, menunjukkan bahwa 71 persen suara menginginkan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron mengundurkan diri.

Survei dari organisasi riset AS, Harris Interactive, yang ditujukan kepada 1002 orang Prancis yang Berusia di atas 18 tahun, dilakukan setelah protes berminggu-minggu terus meletus di negara itu.

"Survei menunjukkan bahwa jika oposisi mengajukan mosi tidak percaya, 71 persen orang Prancis ingin itu diterima dan pemerintah mengundurkan diri," isi hasil survei tersebut yang dimuat Anadolu Agency pada Jumat (17/3).


Sementara 65 persen suara menyatakan, jika RUU reformasi itu tetap diadopsi Macron, maka mereka akan terus melanjutkan demonstrasi dan pemogokan massa.

RUU reformasi yang disahkan Senat Prancis baru-baru ini telah menyetujui rencana Presiden Macron yang menaikkan usia pensiun dari 62 menjadi 64 tahun pada tahun 2030, sehingga membuat masyarakat Prancis harus melewati 43 tahun bekerja untuk dapat memenuhi syarat pensiun penuh.

Rencana tersebut lantas memicu kemarahan publik, sejak hal tersebut terungkap pada tahun lalu, dengan protes dan pemogokan besar-besaran terus terjadi di seluruh negeri sejak Januari.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya