Berita

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja/RMOL

Politik

Singgung Anggaran Bawaslu Baru Cair 60 Persen, Rahmat Bagja: Aksi Tanpa Logistik Anarkis

JUMAT, 17 MARET 2023 | 20:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Protes terhadap pemerintah terkait pencairan anggaran Pemilu Serentak 2024, khusus untuk kerja pengawasan, disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, karena baru menerima sekitar 60 persen dari total yang dibutuhkan.

Bagja menjelaskan, Bawaslu membutuhkan anggaran sekitar Rp 13 triliun. Namun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), baru mencairkan sebanyak 60 persen atau sejumlah Rp 7,8 triliun.

“Tentu teman-teman tahu, aksi tanpa logistik itu sama dengan anarkis. Jadi kalau punya aksi tapi tidak punya logistik, masalah besar,” ujar Bagja dalam seminar yang diselenggarakan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (17/3).


Anggota Bawaslu RI dua periode ini memaparkan, tak terpenuhinya seluruh kebutuhan anggaran Bawaslu, dikhawatirkan dapat berimplikasi pada kerja-kerja jajaran di tingkat pusat maupun daerah.

“Ini lah yang kami sesalkan jika anggaran tidak ada. Selain tugas pengawasan dan penanganan pelanggaran, Bawaslu juga telah memiliki peran dalam advokasi dan edukasi terkait prinsip-prinsip etika dan kualitas pemilu,” urainya.

Maka dari itu, Bagja berharap ada itikad baik dari pemerintah khususnya Kemenkeu, untuk supaya anggaran Bawaslu dalam memenuhi kebutuhan tahun 2023 ini bisa direalisasikan.

“Semoga saja turun. Kalau tidak, maka nanti isu penting pada bulan November, kampanye, nanti tidak ada yang mengawasi dan tidak ada yang menyelenggarakan," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya