Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Flexi Life Protection Syariah, Terobosan Astra Life di Sektor Asuransi Syariah

KAMIS, 16 MARET 2023 | 19:16 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Asuransi Jiwa Syariah menunjukkan tren positif pada Kuartal IV tahun 2022. Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Asuransi Jiwa Syariah mencatatkan kontribusi bruto senilai Rp 22,851 triliun.

Nilai tersebut menunjukkan tren peningkatan yang positif dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan nilai kontribusi bruto sebesar Rp 20,652 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 10,56 persen.

Pertumbuhan ini tentu turut dipengaruhi oleh faktor demografi nasional, di mana pada 2022 The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) mencatatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia yang diperkirakan mencapai lebih dari 237 juta jiwa atau setara dengan 86,7 persen populasi penduduk di dalam negeri.


Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah populasi yang bisa dikategorikan sebagai generasi muslim milenial berusia 15-34 tahun berkisar 29,97 persen atau setara dengan 71 juta jiwa.  

Berbagai faktor demografi ini ikut mendorong kebutuhan akan produk-produk berbasis syariah oleh masyarakat luas. Menjawab hal tersebut, PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) terus mengembangkan lini produk syariah dengan meluncurkan Flexi Life Protection Syariah yang didistribusikan secara digital.

Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi menyampaikan, peluncuran itu dilakukan setelah sebelumnya meluncurkan sebanyak 3 produk Syariah yang terdiri dari produk asuransi kredit syariah, produk asuransi jiwa murni syariah, dan produk asuransi jiwa syariah yang dikaitkan dengan investasi.

"Maka pada kuartal pertama tahun 2023 ini kami meluncurkan Flexi Life Protection Syariah, yang bukan hanya produk asuransi jiwa berbasis syariah, namun juga dipasarkan secara digital di e-commerce kami, ilovelife.co.id," ujar Windawati dalam keterangan tertulis, Kamis (16/3).

Terobosan produk digital berbasis syariah ini, kata Winda, tentunya merupakan wujud komitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan kebutuhan perlindungan jiwa yang menyeluruh bagi semua segmen masyarakat.

"Sekaligus, memperkuat fondasi bisnis syariah yang berkembang cukup pesat sejak pertama kali kami memegang lisensi unit syariah di akhir tahun 2019 lalu," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya