Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat pembekalan Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2023 untuk PAS Aceh yang diselenggarakan di Hotel Hermes, Banda Aceh pada Rabu (15/3)/Ist

Politik

Firli Ajak PAS Aceh Berpolitik Cerdas dan Berintegritas Demi Wujudkan Tujuan Nasional

RABU, 15 MARET 2023 | 17:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dalam menyongsong Pemilu 2024 mendatang, kader Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh diminta untuk berpolitik dengan cerdas dan berintegritas. Mengingat, dua hal tersebut menjadi kunci utama bagi masyarakat Aceh agar mendapatkan pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat pembekalan Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2023 untuk PAS Aceh yang diselenggarakan di Hotel Hermes, Banda Aceh pada Rabu (15/3).

"Kita tidak bisa berpolitik tanpa cerdas dan berintegritas. Kalau cerdas saja pasti akan mengabaikan integritas--padahal korupsi itu terjadi karena kurangnya integritas," ujar Firli mengawali sambutannya.


Firli menegaskan, segenap anak bangsa termasuk kader partai politik (parpol) wajib memaknai lagi Indonesia Raya sebagai semangat pemersatu dan komitmen untuk bekerja demi kepentingan masyarakat.

Diksi "Merdeka" kata Firli, harus dijadikan pelecut bahwa kemerdekaan sejati ialah merdeka dari ketertinggalan, keterpaksaan, belenggu, kebodohan, dan keterasingan.

Apalagi kata Firli, hal itu sejalan dengan tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum di dalam alinea ke-4 UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Kalau nanti kader PAS Aceh menjadi anggota dewan, walikota, bupati, gubernur, tujuan negara ini harus dikedepankan," kata Firli.

Disisi lain, Firli mengingatkan, bahwa jabatan politik memiliki kerawanan tindak pidana korupsi. Hal itu dikarenakan, setiap tahapan manajemen, mulai dari perencanaan, pengesahan, implementasi, hingga evaluasi, memiliki celah-celah yang bisa disalahgunakan, dan jika tidak dicegah dengan integritas diri yang kuat, maka perilaku korupsi akan sangat mudah terjadi.

Oleh karena itu, Firli berpesan, jika para kader PAS Aceh kelak duduk menjadi wakil rakyat, maka ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dikerjakan demi kesejahteraan masyarakat yang meliputi tujuh indikator.

Ketujuh indikator yang dimaksud, yakni menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, kematian ibu melahirkan, kematian bayi, indeks pembangunan manusia, meningkatkan pendapatan perkapita, dan angka gini ratio.

"Tujuan ini bisa kita wujudkan jika sudah tidak ada korupsi. Kalau masih ada korupsi tidak akan bisa mewujudkan tujuan negara ini," pungkas Firli.

Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana mengatakan, kegiatan PCB KPK diharapkan mampu mendorong komitmen dan integritas parpol.

"Serta meningkatkan kesadaran politik cerdas berintegritas dalam penyelenggaraan pemilu, mengajak internal parpol untuk melaksanakan aksi nyata pencegahan korupsi di sektor politik, dan memahami serta mengimplementasikan aksi nyata baik di tingkat individu maupun organisasi," kata Wawan.

Di acara yang sama, Ketua Umum PAS Aceh, Teuku Bulqaini Tanjongan menyambut baik acara PCB yang digelar oleh KPK. Bulqaini mengatakan, PAS Aceh memiliki visi untuk mengajak segenap masyarakat berbuat baik dan mencegah pebuatan buruk seperti tindak pidana korupsi. Korupsi baginya, adalah kejahatan besar yang sudah merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.

"Korupsi telah menyebabkan anak-anak miskin dan tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara. Korupsi menyebabkan rakyat kita terus hidup dalam kemiskinan. Jika politik kita tidak mampu membendung budaya korupsi maka akan menghancurkan bangsa kita sendiri. Korupsi adalah musuh besar bangsa kita," kata Bulqaini.

Oleh karenanya, PAS Aceh menurut Bulqaini, berkomitmen untuk melawan praktik korupsi dalam bentuk apapun. NKRI menurutnya, merupakan kapal yang besar, sehingga diperlukan nakhoda dan awak kapal yang tangguh agar tetap berlayar dalam kondisi apapun.

"Kita mulai dari Aceh untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. PAS Aceh akan mendorong kadernya senantiasa berkomitmen melawan korupsi untuk agenda membangun peradaban Aceh yang mulia. PAS Aceh mendorong pemerintah untuk memberantas korupsi di seluruh tingkatan dan dalam bentuk apapun," pungkas Bulqaini.

Dalam acara ini turut dihadiri oleh Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief, Wakil Ketua Komisi Indipenden Pemilihan (KIP) Aceh Tharmizi, Wadirintelkam Polda Aceh AKBP Giyarto, Sekretaris Jenderal PAS Aceh Tgk. Muhammad Zikri, Bendaraha Umum PAS Aceh Tgk. Muhammad Nizar, serta puluhan kader lainnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya