Berita

Tentara Jerman/Net

Dunia

Kondisi Militer Mengkhawatirkan, Parlemen Jerman Desak Modernisasi Segera

RABU, 15 MARET 2023 | 16:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Desakan untuk memodernisasi sistem pertahanan datang dari Parlemen Jerman setelah menyaksikan kondisi memprihatinkan dari barak militer nasional Bundeswehr.

Seorang Komisaris Parlementer Jerman, Eva Hoegl yang ditugaskan meneliti Bundeswehr, mengungkap gambaran yang suram tentang sistem pertahanan negara saat ini.

"Bundeswehr memiliki kelengkapan militer yang terlalu sedikit, dan bahkan lebih sedikit lagi sejak 24 Februari 2022,” ujarnya pada Selasa (14/3), seperti dimuat The Defense Post.


Hoegl mendesak perbaikan pada tempat tinggal tentara di seluruh negeri karena berada dalam kondisi yang menyedihkan.

"Mereka membutuhkan toilet yang berfungsi, kamar mandi bersih, fasilitas olahraga dalam ruangan, dapur pasukan, fasilitas perawatan, depot amunisi, dan gudang senjata. Serta yang tak kalah pentingnya, WLAN (internet nirkabel)," rinci Hoegl.

Lebih lanjut, Hoegl menyebut Jerman telah menyumbangkan banyak senjata Ukraina, namun banyak pihak yang khawatir langkah itu akan semakin membuat pasokan Berlin semakin menipis.

Untuk itu, ia mendesak agar pemerintah segera mengisi kembali persediaan dengan cepat.

Meski tahun lalu Kanselir Olaf Scholz mengklaim telah meningkatkan anggaran militer hingga 100 miliar euro atau Rp 1.651 triliun, Hoegl mengaku dana itu belum dikeluarkan sedikit pun.

"Sayangnya saya harus mencatat bahwa pada tahun 2022, tidak ada satu euro atau satu sen pun dari dana khusus ini yang telah dibelanjakan,” tegas Hoegl.

Sementara itu, Menteri Pertahanan baru Jerman, Boris Pistorius menuntut tambahan 10 miliar euro, dengan alasan bahwa tanpa dana, proyek modernisasi angkatan bersenjata tidak dapat dilakukan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya