Berita

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat menyampaikan orasi ilmiah di acara Wisuda ke-IX Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Auditorium Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta TImur, Rabu (15/3)/RMOL

Nusantara

Bahlil Lahadalia Ibaratkan Ekonomi Dunia Seperti Orang Lagi Bertinju

RABU, 15 MARET 2023 | 16:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia dan dunia dalam orasi ilmiahnya di acara Wisuda ke-IX Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Auditorium Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta TImur, Rabu (15/3).

“Izinkan saya memaparkan kondisi ekonomi sekarang dan bagaimana adek-adek ke depan. Bahwa kondisi ekonomi global dalam kondisi yang tidak menentu,” kata Bahlil di lokasi.

Bahlil mengurai, ekonomi dunia carut marut dimulai pada tahun 2016 hingga 2017 akibat adanya perang dagang antara Cina dan Amerika. Belum selesai perang dagang, tahun 2019 muncul pandemi Covid-19 di Cina yang merebak ke seluruh dunia.


“Ini betul-betul meluluhlantakkan sendi-sendi kesehatan dunia dan ekonomi dunia,” ujarnya.

Belum selesai Covid-19, tiba-tiba muncul perang antara Ukraina dan Rusia, yang melahirkan krisis pangan dan krisis energi di dunia.

“Adek-adek semua, ini seperti tinju, orang lagi bertinju, pukulan mau hampir KO karena covid, baru mau ambil nafas, tiba-tiba dikejar lagi muncul perang,” ucapnya.

“Indonesia salah satu yang terkena dampak dari persoalan perang Ukraina-RUsia. Kita pangan, gandum semua impor, energi, itu masalah bagi negeri kita,” demikian Bahlil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya