Berita

Pengunjuk rasa Israel menggelar "aksi perlawanan“ pada Kamis, 9 Maret 2023, yang menyoroti rencana pemerintah yang akan menyunat wewenang dari lembaga peradilan/DW News

Dunia

Ribuan Penulis dan Akademisi Israel Desak Jerman dan Inggris Batalkan Kunjungan Netanyahu

RABU, 15 MARET 2023 | 08:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Lebih dari 1000 penulis dan akademisi Israel mendesak Jerman dan Inggris untuk membatalkan undangan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk berkunjung ke dua negara itu.

Mereka menulis petisinya dengan mengatakan bahwa pemikiran dan kebijakan Netanyahu dinilai berbahaya serta banyak memicu aksi protes.

“Mengingat kepemimpinan Benjamin Netanyahu yang berbahaya dan destruktif, dan mengingat penentangan banyak warga Israel terhadap langkah legislatif dan pembongkaran lembaga negara di tangannya, kami meminta Jerman dan Inggris untuk memberi tahu 'terdakwa' Netanyahu tentang tindakan segera dan membatalkan rencana kunjungan politiknya dengan Anda,” tulis surat tersebut.


Berdasarkan laporan Yeni Safak pada Selasa (14/3) Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Berlin pada Kamis (16/3), sebelum ia melakukan kunjungannya ke London.

Petisi yang diluncurkan oleh penulis dan para akademisi ini ditujukan di tengah banyaknya aksi protes massal yang terjadi di Israel yang menanggapi rencana pemerintahan Netanyahu untuk reformasi peradilan.

"Negara Israel sekarang berada dalam krisis paling akut, yang terburuk dalam sejarahnya, dalam proses yang dipercepat dan berbahaya untuk mengubah (Israel) dari demokrasi yang makmur menjadi kediktatoran teokratis," tambah surat itu.

Saat ini para demonstran sendiri tengah berencana untuk memblokir perjalanan Netanyahu di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv menjelang perjalanan kenegaraan ke Jerman.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya