Berita

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo/Net

Hukum

Kasus McLaren, Kapolri Diminta Periksa Wakapolda Metro Jaya

SELASA, 14 MARET 2023 | 13:16 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan divonis penjara tiga tahun dalam kasus perintangan penyidikan perkara pembunuhan Brigadir Yoshua.

Usai anak buah Ferdy Sambo itu dijatuhi hukuman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta memerintahkan pengganti Hendra Kurniawan alias Karo Paminal yang baru, Brigjen Anggoro Sukartono, memeriksa Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo perihal dugaan pemerasan dalam penanganan kasus penipuan McLaren.

Korban dugaan pemerasan tersebut adalah Tony Trisno, orang yang sama sebagai korban pemerasan dalam kasus Richard Mille.


Kuasa hukum Tony, Heroe Waskito, mengatakan Divisi Propam Polri urung memeriksa Hendro usai pihaknya melayangkan laporan kepada Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo pada November 2021 yang teregister dengan nomor SPSP2/4570/XI/2021/Bagyanduan.

"Kami meminta Kapolri memerintahkan Karo Paminal yang baru untuk kembali memeriksa Wakapolda PMJ atas dugaan pemerasan kasus penipuan McLaren yang pernah kami laporkan. Prosesnya waktu itu dihentikan Hendra Kurniawan tanpa ada pemberitahuan kepada kami," kata Heroe dalam keterangan tertulis Selasa (14/3).

Heroe menuturkan, surat perintah penghentian penyelidikan Paminal mengenai dugaan pemerasan oknum Polda Metro Jaya diterbitkan Hendra pada 20 Mei 2022. Sayangnya, kata Heroe, Hendra tak pernah mengonfirmasi hal itu kepada pihaknya. Heroe mengaku pihaknya justru memperoleh informasi itu dari Kabid Propam Polda Metro Jaya, Kombes Fransiskus Xaverius Bhirawa Braja Paksa pada 15 juni 2022 melalui pesan WhatsApp.

"Kami berupaya mencari perkembangan penyelidikan itu lewat akses Kabid Propam PMJ. Informasi yang kami terima, laporan dugaan pelanggaran etik Hendro Pandowo sudah dihentikan Hendra Kurniawan pada 20 Mei 2022," ungkapnya.

Menurut Heroe, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Hendro Pandowo, terseret dalam kasus ini karena diduga menerima uang Rp 500 juta dari Rp 4,5 miliar yang merupakan hasil pemerasan beberapa oknum penyidik dan pihak ketiga. Heroe menyesalkan sikap Hendro yang mendiamkan perbuatan anak buahnya tersebut.

“Seperti yang pernah kami ungkap sebelumnya, bahwa klien kami diperas beberapa penyidik Polda Metro Jaya yang bekerja sama dengan pihak ketiga bernama Ian Rianto. Ada Rp 4,5 miliar, dan Rp 500 jutanya itu diserahkan ke Wakapolda PMJ,” kata Heroe.

Sebelumya, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo pernah membantah tudingan pemerasan yang dialamatkan kepada dirinya. Saat dikonfirmasi, ia tak berkomentar banyak mengenai kasus yang dilaporkan Tony tersebut.

“Tidak benar. Terima kasih,” kata Hendro kepada wartawan, Kamis  10 November 2022 lalu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya