Berita

Rafael Alun Trisambodo/Net

Publika

Reformasi Birokrasi

SENIN, 13 MARET 2023 | 14:13 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

KEBERHASILAN reformasi birokrasi menjadi pertanyaan setelah terungkap gaya hidup anak Rafael Alun Trisambodo bernama Mario Dandy Satrio. Rafael adalah seorang pejabat eselon III. Gaji pokok tertinggi eselon III sebesar Rp 5,2 juta per bulan dan tunjangan kinerja tertinggi sebesar Rp 46,48 juta.

Angka tersebut tergolong jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan bersih sebulan pekerja bebas rata-rata yang sebesar Rp 1,49 juta per Agustus 2022. Perbedaan pendapatan tersebut seperti bumi dibandingkan dengan ketinggian langit. Sebuah perbedaan kesenjangan pendapatan yang sangat besar.

Reformasi birokrasi bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik. Dengan pemberian mekanisme tunjangan kinerja, maka Rafael diharapkan bekerja dengan baik. Akan tetapi, masalah yang terjadi adalah simpanan Rafael yang diblokir oleh PPATK sebesar Rp 37 miliar dan LHKPN Rafael tahun 2021 sebesar Rp 56,1 miliar, serta rekening terkait Rafael sebesar Rp 500 miliar.


Sementara itu simpanan perorangan total di Indonesia sebesar Rp 3,7 ribu triliun per Desember 2022 untuk 135,3 juta orang yang bekerja per Agustus 2022, sehingga simpanan perorangan rata-rata sebesar Rp 27,5 juta per tahun.

Artinya, maksud pemerintah melakukan reformasi birokrasi dengan pemberian tunjangan kinerja yang tinggi, terbukti tidak menghapus tata kelola keuangan pemerintah yang masih tidak baik, sebagaimana kasus yang ditemukan pada Rafael. Akan tetapi penemuan secara ekstrim tadi, tentu tidak dapat menjadi alasan otomatis untuk menghapuskan tunjangan kinerja.

Pada dasarnya kecemburuan yang bersifat terpendam terhadap perbedaan pemberlakuan pemberian tunjangan kinerja pada lintas kementerian, termasuk perbedaan besar simpanan di atas dapat menjadi sumber inspirasi untuk melakukan pembaruan-pembaruan pelaksanaan hasil survei tentang pengakuan besar pendapatan bersih dan pengakuan besar pengeluaran.

Hal itu, karena perkembangan rasio pajak yang menurun dan beban utang pemerintah pusat semakin tinggi yang berkelanjutan.

Pada sisi yang lain, pemberlakuan tarif pajak progressif, pengampunan pajak, dan restitusi pajak ternyata belum sempurna untuk melakukan kegiatan reformasi perpajakan, sekalipun perkembangan yang ada itu relatif sudah lebih baik dibandingkan tanpa pemberlakuan program-program reformasi birokrasi, termasuk reformasi perpajakan tersebut.

Kasus Rafael dan diikuti oleh kasus oknum petugas bea cukai dan oknum pejabat Badan Pertanahan menunjukkan bahwa persoalan reformasi birokrasi berikut tunjangan kinerja, serta digitalisasi pajak masih belum efektif untuk meningkatkan penerimaan pajak.

Kasus tadi terindikasi persoalan pungutan pajak juga berpotensi terjadi pada kementerian yang lain. Akibatnya, persoalan tersebut tidak dapat diisolasikan secara sempurna sebagai persoalan pertanggungjawaban Sri Mulyani Indrawati sebagai pimpinan Kementerian Keuangan, melainkan sebagai tantangan reformasi birokrasi pada skala yang lebih besar dan lebih luas.

Peneliti Indef dan Pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya