Berita

Kereta api dari ibu kota Tibet Lhasa ke daerah perbatasan China/Net

Dunia

India Khawatir, China Bangun Jalur Kereta di Wilayah Sengketa LAC

SENIN, 13 MARET 2023 | 12:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rencana ambisius China untuk membangun jalur kereta api baru di sepanjang Line of Actual Control (LAC) dan melalui wilayah Aksai Chin yang disengketakan, telah menambah kekhawatiran India atas keamanan perbatasannya.

Pemerintah Daerah Otonomi Tibet (TAR) mengaku telah mempersiapkan rencana perkeretaapian jangka menengah hingga panjang untuk memperluas jaringan rel TAR dari 1.400 km menjadi 4.000 km pada  2025.

Menurut laporan Railway Technology pada Jumat (10/3), rute baru yang dibangun akan membentang dari Shigatse, Tibet, ke barat laut di sepanjang perbatasan Nepal sebelum menembus ke utara melalui Aksai Chin dan berakhir di Hotan.


TAR memperkirakan bagian pertama dari Shigatse ke Pakhuktso diharapkan selesai pada 2025, sedangkan bagian jalur yang tersisa yang berakhir di Hotan diharapkan selesai pada 2035.

India memang tidak memiliki batasan darat dengan China, melainkan dengan Tibet yang hingga kini masih berada di bawah kekuasaan negara komunis tersebut.

Ada kekhawatiran serius di India tentang perluasan jaringan kereta api ke dan di dalam Tibet dan jalur kereta api yang siap mencapai wilayah perbatasan LAC.

Analis China buka-bukaan mengatakan, jika terjadi konflik perbatasan antara China dan India di LAC timur, jalur kereta api baru akan memungkinkan Beijing memobilisasi muatan tentara ke garis depan dengan cepat.

Pengamat India juga menilai rencana kereta api China di dekat perbatasan akan menjadi tempat krisis besar dan meningkatkan potensi pertarungan antara PLA dan pasukan keamanan India.

Panglima TNI Jenderal Manoj Pande baru-baru ini mengatakan telah terjadi peningkatan pasukan China di LAC.

Selain menambah jumlah pasukan di sepanjang perbatasan, citra satelit menunjukkan aktivitas konstruksi yang terus berlanjut oleh pasukan Tiongkok menopang posisi mereka di sepanjang LAC.

Tak hanya India, bahkan orang Tibet juga khawatir perbanyakan jalur kereta api ke Tibet akan memfasilitasi penjarahan sumber daya alam oleh China.

Peningkatan masuknya migran dan turis China Han ke Tibet juga diperkirakan akan berdampak lebih jauh pada demografi dan budaya lokal, yang sudah terancam oleh kebijakan "Sinicisasi" China selama puluhan tahun.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya