Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak berjabat tangan saat konferensi pers bersama di Istana Elysee di Paris, Jumat 10 Maret 2023/Net

Dunia

Macron dan Sunak Bertemu di Istana Elysee, Sepakati Perjanjian Baru tentang Imigran Ilegal

SABTU, 11 MARET 2023 | 09:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Istana Elysee menjadi saksi pertemuan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak pada Jumat (10/3) waktu Paris.

Pada pertemuan tingkat tinggi Prancis-Inggris pertama dalam lima tahun itu disepakati perjanjian baru tentang imigrasi, energi, dan pertahanan.

Selama di Prancis Sunak didampingi oleh sejumlah delegasi utama pemerintahan, termasuk sekretaris departemen luar negeri, dalam negeri, juga energi dan transportasi. Sunak dan Macron kemudian mengambil bagian dalam pembicaraan kelompok serta pertemuan empat mata selama satu jam.


Usai pertemuan, Sunak mengatakan ia tidak memungkiri bahwa hubungan Prancis-Inggris di masa lalu tegang oleh tantangan, tetapi sekarang telah berubah.

"Saya yakin pertemuan hari ini menandai awal yang baru, kesepakatan yang diperbarui," kata Sunak, seperti dikutip dari The National.

“Kami telah membahas setiap aspek dari aliansi penting kami hari ini dan membuat kemajuan penting di tiga bidang khususnya, imigrasi ilegal, energi, dan keamanan," ujarnya.

Presiden Macron memuji pertemuannya dengan Sunak sebagai era baru dalam hubungan antara negara-negara tetangga. Ia mengungkapkan, pertemuan tersebut adalah momen reuni, penyambungan kembali, dan awal yang baru.

Keduanya telah menyetujui kerangka kerja bilateral baru untuk menangani kapal-kapal kecil imigran yang melintasi Selat. Keduanya juga menyepakati dana 500 juta euro  untuk menghentikan imigrasi ilegal.

Kesepakatan itu akan membuat Inggris meningkatkan pendanaan ke Prancis untuk memungkinkan ratusan polisi Prancis lainnya berpatroli di Selat.

Sunak berada di bawah tekanan keras di dalam negeri untuk mengurangi jumlah pencari suaka yang tiba di Inggris, dan minggu ini meluncurkan undang-undang yang menurut para kritikus akan menjadikan Inggris sebagai penjahat internasional tentang hak-hak pengungsi.

“Yang kami putuskan adalah peningkatan koordinasi dalam kegiatan kami,” kata Macron, merujuk pada upaya pencegahan imigran ilegal.

Menurutnya, kedua negara harus bertindak bersama dalam kerangka kerja terkait pengungsi, juga agar semua orang Eropa peduli dengan aturan transit dan penyeberangan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya