Berita

Model Abby Choi dan sebuah flat di pedesaan Tai Po, tempat kejadian perkara di mana potongan tubuh Choi ditemukan di dalam lemari es dan panci sop/Net

Dunia

Warga Sekitar TKP Alami Gangguan Psikologis, Aparat Desa Gelar Ritual untuk Ketenangan Arwah Abby Choi

SABTU, 11 MARET 2023 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus pembunuhan keji model Hong Kong Abby Choi sangat berdampak bagi masyarakat sekitar tempat kejadian perkara.

Laporan menyebutkan, banyak yang mengalami gangguan psikologis, seperti ketakutan, trauma, dan mimpi buruk, hingga menyebabkan insomnia.

Sejumlah pejabat pedesaan di pinggiran Hong Kong bersama warga desa Lung Mei Tsuen berkumpul pada Jumat pagi (10/3) untuk menggelar ritual Tao di luar rumah di mana beberapa bagian tubuh Choi ditemukan.


SCMP melaporkan, sekitar 40 orang, terdiri dari anggota Komite Pedesaan Tai Po, pemimpin desa, dan belasan warga setempat menghadiri pembakaran dupa dan ritual adat yang dilakukan oleh pendeta Tao.

Kepala Desa Lung Mei Tsuen, Chan Kwok-ying, mengatakan upacara pada Jumat, yang dimulai pukul 10 pagi dan berlangsung hingga pukul 6 sore, diprakarsai oleh panitia dan kelompok-kelompok berbasis distrik lainnya untuk memberikan kedamaian semangat Choi dan membantu meringankan beban emosional masyarakat setempat.

“Kasus ini berdampak besar pada penduduk desa kami. Kami berharap upacara ini akan membantu memberikan kenyamanan bagi penduduk desa,” kata Chan.

Upacara tersebut terbuka untuk semua penduduk Lung Mei Tsuen, serta mereka yang tinggal di sekitarnya.

"Beberapa penduduk desa sudah mencari bantuan untuk masalah emosional, termasuk dua atau tiga orang yang berjuang dengan trauma berat dan insomnia," katanya.

Chan mengatakan para pemimpin desa minggu lalu telah menyelenggarakan sesi konseling bagi warga dengan bantuan dari Palang Merah Hong Kong dan kelompok lain, dan akan menyelenggarakan sesi lain jika diperlukan.

“Kami berharap suasana hati warga kami menjadi tenang dan mereka dapat hidup damai,” katanya.

Anggota Komite Pedesaan Tai Po Patrick Tang Ming-tai mengatakan bahwa sekitar 180 pemimpin desa di distrik tersebut telah diminta untuk bergabung dalam ritual dan penghormatan kepada Choi.

Beberapa penduduk desa yang tinggal di sekitar  TKP menjadi sangat ketakutan sejak polisi menemukan potongan tubuh Abby Choi di salah satu flat di desa tersebut. Banyak di antara mereka, terutama yang bersebelahan dengan flat TKP, memutuskan pindah.

“Kasus pembunuhan berdampak besar bagi warga. Kami ingin melakukan sesuatu untuk membuat mereka hidup dengan pikiran yang damai,” kata beberapa tokoh desa.

Banyak warga sekitar yang takut keluar rumah di malam hari.

Penemuan potongan tubuh Abby Choi di desa itu juga berdampak pada bisnis seperti rumah makan. Banyak pelanggan membatalkan pesanan mereka setelah detail pembunuhan diketahui publik, atau restoran menjadi sepi pengunjung.

Beberapa calon pembeli juga telah membatalkan rencana untuk membeli rumah di desa tersebut, sementara banyak penyewa di daerah tersebut meminta harga sewa yang lebih rendah.

“Kami telah melewati pandemi Covid-19 selama bertahun-tahun dan sekarang harus melalui ini. Mudah-mudahan dampaknya bisa hilang,” ujar salah satu warga.

Kasus pembunuhan Abby Choi telah menggegerkan Hong Kong. Model dan influencer bersuai 28 tahun itu hilang dan potongan tubuhnya ditemukan pada 24 Februari di dalam kulkas dan di panci sop di sebuah flat di desa Tai Po.  Tes DNA kemudian mengkonfirmasi bahwa jenazah tersebut adalah milik Choi.

Mantan suami Choi, Alex Kwong (28) dan ayah Alex yaitu Kwong Kau yang berusia 65 tahun, serta saudara laki-lakinya yang berusia 31 tahun, Anthony Kwong Kong-kit, sudah didakwa sehubungan dengan pembunuhan dan ditahan tanpa jaminan.

Mantan ibu mertua Choi, Jenny Li Sui-heung (63), juga ditolak jaminannya setelah didakwa merintangi proses peradilan.

Sementara kasus sudah berlalu selama dua pekan, masih ada bagian tubuh Choi yang belum ditemukan, yaitu tubuh dan tangannya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

DPR Minta Data WNI di Kawasan Konflik Diperbarui, Evakuasi Harus Disiapkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:17

Umat Diserukan Salat Gerhana Bulan dan Perbanyak Memohon Ampunan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05

KPK Terus Buru Pihak Lain yang Terkait dalam OTT Bupati Pekalongan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:56

Putin dan MBS Diskusi Bahas Eskalasi Timur Tengah

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

MBG Perkuat Fondasi SDM Sejak Dini

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

Siap-siap Libur Panjang Lebaran 2026, Catat Jadwal Sekolah dan Cuti Bersama

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:45

Angkat Kaki dari BOP Keputusan Dilematis bagi Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40

Sunni dan Syiah Tak Bisa Dibentur-benturkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:25

Perang Iran-AS Bisa Picu PHK Besar-besaran di Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:19

Melania Bicara Perlindungan Anak di DK PBB Saat Perang Iran Makin Panas

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:18

Selengkapnya