Berita

Rumah warga yang berada tidak jauh dari kawasan Depo Plumpang, Jakarta Utara/RMOL

Politik

Langgar Tata Ruang, Tak Ada Alasan Warga Tolak Relokasi Kawasan Depo Plumpang

JUMAT, 10 MARET 2023 | 13:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, harus segera ditata ulang. Pemukiman warga Tanah Merah yang berada berdekatan dengan Depo BBM ini harus segera ditertibkan.

Menurut Pengamat Tata Ruang Kota, Nirwono Joga, tidak ada alasan bagi warga untuk menolak penataan ulang kawasan Depo Pertamina Plumpang.

"Pemukiman padat yang notabene melanggar tata ruang harus ditertibkan dan ditata kembali," kata Nirwono saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan WhatsApp, Jumat (10/3).


Pemerintah juga perlu menetapkan daerah penyangga atau buffer zone minimal 500 meter atau bahkan lebih sesuai kajian keamanan dan keselamatan jika terjadi ledakan di kemudian hari.

Semakin lebar jarak aman, lanjut Nirwono, akan membawa konsekuensi semakin banyak perumahan warga yang harus direlokasi dan semakin banyak unit rusunawa yang harus disediakan pemerintah.

"Membenahi pemukiman padat menjadi kawasan hunian vertikal terpadu," pungkasnya.

Depo Pertamina Plumpang kembali mengalami kebakaran pada Jumat malam (3/3). Kebakaran hebat ini mengakibatkan 19 orang tewas dan puluhan lainnya harus dirawat di sejumlah rumah sakit.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya