Berita

Pipa Nord Stream/Net

Dunia

Intel AS: Kelompok Pro Ukraina di Balik Sabotase Pipa Nord Stream

KAMIS, 09 MARET 2023 | 07:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus sabotase pipa gas Nord Stream tahun lalu semakin menunjukkan titik terang ketika para pejabat AS mendapat informasi baru yang menunjukkan bahwa kelompok pro-Ukraina mungkin bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Hal itu terungkap dalam laporan The New York Times pada Rabu (8/3).

"Intelijen menyatakan pelaku di balik sabotase adalah lawan Presiden Vladimir Putin dari Rusia," NYT melaporkan.


Tanpa mengidentifikasi sumber intelijen atau kelompok yang terlibat, outlet tersebut mengatakan para pejabat AS tidak memiliki bukti keterlibatan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pengeboman pipa.

"Pejabat AS tidak memiliki kesimpulan tegas tentang intelijen, kemungkinan bahwa operasi itu telah dilakukan oleh pasukan proksi yang memiliki hubungan dengan pemerintah Ukraina atau dinas keamanannya," kata NYT.

Meskipun demikian, serangan itu disebut telah menguntungkan Ukraina dan merugikan Rusia yang selama ini meraup jutaan dolar dengan menjual gas alam ke Eropa Barat. Pada saat yang sama, hal itu menambah tekanan harga energi yang tinggi pada sekutu utama Ukraina di Eropa, khususnya Jerman.

Ukraina telah dengan tegas membantah terlibat dalam operasi itu.

"Ini bukan kegiatan kami," kata Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov kepada wartawan di Stockholm, menjelang pertemuan dengan para menteri pertahanan Uni Eropa.

Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, juga mengatakan dalam cuitannya, bahwa Ukraina tidak ada hubungannya dengan kecelakaan Laut Baltik dan tidak memiliki informasi tentang 'kelompok sabotase pro-Ukraina'.

Para pejabat AS juga tidak keyakinan tentang siapa sebenarnya yang ambil bagian dan siapa yang mengorganisir serta membiayai operasi tersebut, kecuali bahwa operasi tersebut dilakukan oleh penyelam terampil dan ahli bahan peledak.

Para pejabat percaya bahwa mereka yang terlibat mungkin adalah warga negara Ukraina atau Rusia, dan tidak ada yang berasal dari AS atau Inggris.

Laporan terpisah dari beberapa media Jerman bahkan mengatakan bahwa penyelidik di Jerman yakin kelompok tak dikenal itu terdiri dari lima pria dan satu wanita yang menggunakan paspor palsu profesional.

Pejabat Jerman juga telah mengidentifikasi kapal yang diduga digunakan dalam serangan itu.

Menurut laporan, kelompok komando dikatakan telah berlayar dari pelabuhan Rostock Jerman utara pada 6 September tahun lalu dan mendarat keesokan harinya di pulau Christiano Denmark di Baltik.

Kapal pesiar itu kemudian dikembalikan ke pemiliknya dalam keadaan tidak bersih, dengan penyelidik dapat menemukan jejak bahan peledak di atas meja di dalam kabin.

Pipa itu pecah oleh bahan peledak bawah laut pada 26 September, tujuh bulan setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina.

Pihak berwenang di Jerman, Swedia dan Denmark telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.

"Ada penyelidikan awal yang sedang berlangsung di Swedia, jadi saya tidak bermaksud mengomentari laporan tersebut," kata Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson kepada wartawan Selasa malam.

Namun, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menekankan bahwa berspekulasi sebelum penyelidikan selesai adalah sebuah kesalahan.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya