Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Jangan Salahkan Putusan Hakim PN Jakpus

OLEH: SUGIYANTO
SENIN, 06 MARET 2023 | 12:16 WIB

TIGA hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengabulkan gugatan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) yang meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menunda pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Putusan majelis hakim PN Jakpus tersebut sontak menjadi polemik di masyarakat. Bahkan pakar hukum tata negara Prof Yusril Ihza Mahendra dan Prof Jimly Asshiddiqie, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, dan tokoh nasional lainnya, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD turut menanggapi keputusan tersebut.

Tak kurang, Istana juga ikut angkat bicara soal putusan hakim PN Jakpus. Melalui Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jaleswari Pramodhawardani, pemerintah menegaskan sama sekali tidak menginginkan langkah mundur, dengan menunda Pemilu 2024. Intinya banyak pihak yang tak sependapat atau menganggap keputusan hakim PN Jakpus tersebut keliru.


Terkait putusan Hakim PN Jakpus tersebut, Ketua Umum Prima, Agus Jabo Priyono, juga telah mengklarifikasi. Agus menjelaskan, sebetulnya Partai Prima tidak menginginkan pelaksanaan Pemilu 2024 ditunda. Melainkan menggugat agar proses tahapan pemilu yang dilakukan KPU RI dimulai dari awal lagi.

Agus juga mengungkapkan bahwa upaya hukum yang dilayangkan Partai Prima sudah dimulai sejak 14 Desember 2022. Saat itu, pihaknya mencoba melaporkan terkait persoalan Pemilu ke PTUN dan Bawaslu, namun ditolak. Kemudian KPU mengumumkan peserta Pemilu pada 14 Desember 2022, di mana Partai Prima tidak termasuk di dalam partai peserta Pemilu 2024.

Tulisan ini bukan untuk tujuan mendukung tunda Pemilu 2024. Artinya, saya tetap mendukung Pemilu 2024 wajib dilaksanakan sesuai tahapan Pemilu yang telah diputuskan KPU.  

Selain itu, tulisan ini juga tidak bermaksud membantah pendapat para pakar hukum dan para tokoh nasional. Namun sebagai orang awam, saya  hanya ingin melihat dari sisi tugas dan fungsi dari seorang hakim dalam menegakkan keadilan.

Berdasarkan berbagai sumber yang merujuk pendapat Immanuel Christophel Liwe dalam "Jurnal Lex Crimen" (2014), diketahui bahwa hakim adalah pelaku kekuasaan negara yang bebas dari intervensi dalam bentuk apapun untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

Hakim sendiri adalah hanya petugas pengadilan yang mengadili perkara. Dengan kata lain hakim adalah pengadil atau orang yang mengadili perkara dalam pengadilan maupun mahkamah.

Sedangkan pengadilan sendiri atau mahkamah adalah adalah sebuah forum publik, resmi, di mana kekuasan publik ditetapkan oleh otoritas hukum untuk menyelesaikan perselisihan dan pencarian keadilan.

Terkait hal ini, Partai Prima melakukan gugatan, salah satunya meminta proses Pemilu diulang. Adapun alasan Partai Prima meminta agar proses Pemilu dimulai dari awal lagi, lantaran KPU dianggap  telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Dalam hal ini, Partai Prima menggunakan haknya untuk mencari keadilan.

Atas hal tersebut, pada 8 Desember 2022 Partai Prima melayangkan gugatan kepada KPU, sebab merasa dirugikan karena tidak lolos tahapan verifikasi administrasi Pemilu.

Salah satu poin gugatan Partai Prima yakni meminta KPU tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilu 2024. Hakim PN Jakpus pun mengabulkan gugatan Partai Prima tersebut.

Melihat dari uraian di atas maka dapat disimpulkan, sejatinya tiga hakim PN Jakpus hanya menjalankan tugas untuk menegakkan keadilan dan kepastian hukum. Dalam memutuskan perkara tersebut pastinya hakim PN Jakpus telah berpedoman pada aturan hukum dan lainnya.

Untuk melindungi para hakim dalam  menerapkan kewenangan yang dimilikinya, maka dikenal dengan asas res judicata pro veritate habetur yang artinya bahwa putusan hakim harus dianggap benar hingga ada putusan hakim di tingkat yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, maka sebaiknya semua pihak jangan menyalahkan putusan hakim PN Jakpus tetapi wajib menghormati sampai ada putusan hakim di tingkat yang lebih tinggi.

Apalagi KPU RI telah tegas mengatakan akan melakukan banding atas putusan PN Jakpus yang terkait dengan gugatan Partai Prima.

Penulis adalah Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar)

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya