Berita

Pengamat politik Iwel Sastra/RMOL

Politik

Tiga Alasan Prabowo-Surya Paloh Tidak Mungkin Bersama Usung Capres 2024

SENIN, 06 MARET 2023 | 04:51 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Secara politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dipandang tidak akan ada dalam titik yang sama dalam mengusung calon presiden (capres) tahun 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan pengamat politik Iwel Sastra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (5/3).

Menurut Iwel, ada tiga alasan kenapa Surya Paloh dan Prabowo tidak akan sama dalam mengusung capres. Pertama, sejak awal Gerindra dan Nasdem berdiri belum pernah terjadi koalisi diantara kedua partai mengusung calon presiden secara bersama. Bahkan, pada pilpres 2014 dan 2019 kedua partai ini berada pada posisi yang berseberangan.


Kedua, walaupun kemudian pasca Pilpres 2019 Gerindra bergabung dengan pemerintahan Jokowi namun chemistry diantara kedua partai ini tidak terbangun.

"Karena mereka bertemu dalam koalisi ini adalah karena faktor kepentingan politik Jokowi yang ingin memperkuat barisan partai pendukung pemerintah," jelas Direktur Mahara Leadership ini.

Faktor ketiga, jelas Iwel,  Nasdem mengusung Anies Baswedan. Ia melihat, sangat mustahil Prabowo ikut bergabung untuk mendukung Anies. Selain masih ingin maju sebagai  capres, diduga Prabowo kecewa dengan keputusan Anies yang akhirnya muncul sebagai capres.

Iwel mengatakan, Prabowo melalui Gerindra ikut memiliki peran yang besar bagi Anies untuk bisa maju pada Pilgub DKI tahun 2017 silam.

"Tentu harapannya pada pilpres 2024 nanti Anies ikut mendukung Prabowo maju kembali dalam ajang pilpres. Bukan malah menjadi pesaingnya," pungkas Iwel.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya