Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Global

Pakar: Xi Jinping Sudah Persiapkan Perang Lawan Barat Sejak Awal Berkuasa

MINGGU, 05 MARET 2023 | 08:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden China Xi Jinping diyakini sudah lama mempersiapkan diri untuk berperang melawan Barat, khususnya Amerika Serikat (AS).

Hal itu diyakini oleh seorang pakar China, Nikolai Vavilov, ketika berdiskusi di program berita Rusia dan dibagikan di media sosial oleh Russia Media Monitor pada Jumat (23/3).

Dalam diskusi, pendiri Russia Media Monitor, Julia Davis, membahas kemungkinan bantuan militer China ke Rusia dan 12 poin proposal rencana perdamaian yang diajukan oleh Beijing.


Kemudian Vavilov diminta untuk mengomentari niat China dengan proposal perdamaiannya. Akhirnya, pembicaraan beralih ke hubungan yang selalu bermusuhan antara Beijing dan Amerika Serikat, yang diklaim Vavilov bahwa Xi telah mempersiapkan perang sejak menjabat lebih dari satu dekade lalu.

"Sejak berkuasa, kamerad Xi telah bersiap untuk perang. Dia memberi perintah untuk mempersiapkan pasukan yang mampu memenangkan perang. Xi Jinping tidak meragukan rencana orang Amerika," ujar Vavilov, seperti dikutip Newsweek.

Selama diskusi, Vavilov juga menyinggung cara China mungkin dapat memberikan bantuan militer ke Rusia, terlepas dari tawaran proposal perdamaian yang mereka ajukan.

Ia mengatakan, China kemungkinan besar akan tetap berada dalam batas-batas hukum internasional dan tidak akan memasok senjata ke pihak yang aktif dalam konflik.

"Namun, seperti yang kita ketahui, China dengan sangat terampil menghindari kendala apa pun. Kemungkinan besar, fasilitas manufaktur dapat dibuat di salah satu negara yang berbatasan dengan Federasi Rusia yang memiliki kerjasama militer. Dari sudut pandang hukum internasional, manufaktur ini tidak akan merusak citra China sebagai penjaga perdamaian dan seterusnya," jelasnya.

Kemungkinan perang antara AS dan China adalah kekhawatiran yang konsisten dan terus meningkat bagi para pejabat pertahanan dan kebijakan luar negeri.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya