Berita

Presiden Ebrahim Raisi/Net

Dunia

Tanggapi Keracunan Puluhan Siswi, Presiden Raisi Tuding Ada Musuh Iran yang Sengaja Ciptakan Ketakutan

SABTU, 04 MARET 2023 | 12:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peristiwa keracunan yang dialami sejumlah siswi di Iran mendapat tanggapan dari Presiden Ebrahim Raisi pada Jumat (3/3) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Raisi mengatakan gelombang serangan racun yang terus berlanjut terhadap siswi di Iran adalah rencana dari musuh Teheran untuk menciptakan ketakutan di sekolah-sekolah.

“Musuh ingin menciptakan ketakutan di sekolah-sekolah dan menciptakan kekacauan di berbagai bidang melalui ketidakamanan dan atmosfer ketakutan dan keputusasaan,” kata Raisi seperti dikutip kantor berita negara IRNA dalam komentar pertamanya tentang masalah tersebut.


Dia tidak menyebutkan nama negara tertentu, tetapi pejabat Iran sering menggunakan istilah "musuh" untuk menyebut dua negara, AS dan Israel.

Raisi mengatakan dia telah menugaskan menteri dalam negeri dan intelijen untuk menyelidiki peristiwa tersebut dan menggagalkan apa yang disebutnya sebagai konspirasi dengan laporan yang cepat dan akurat kepada masyarakat.

Ratusan kasus gangguan pernapasan telah dilaporkan di kalangan siswi di seluruh Iran dalam tiga bulan terakhir, dan seorang pejabat pemerintah mengatakan keracunan itu bisa menjadi upaya untuk memaksa penutupan sekolah anak perempuan di negara itu.

Pemerintah AS dan Jerman telah menyatakan keprihatinan yang mendalam atas laporan serangan racun dan meminta Iran untuk menyelidiki insiden tersebut.

Sebagai tanggapan, Menteri luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengutuk reaksi intervensi Washington dan Berlin, menuduh mereka melanjutkan perang gabungan musuh melawan Iran.

“Bangsa Iran yang hebat sangat mengenal air mata buaya!” tulis Amir-Abdollahian di Twitter.

Dalam kasus terbaru pada Kamis (2/3), 21 mahasiswi dibawa ke rumah sakit setelah mengalami keracunan di asrama mereka di kota Karaj, sementara setidaknya 10 sekolah perempuan menjadi sasaran serangan racun di kota Teheran dan Ardebil pada hari Rabu.

Beberapa warga Iran, termasuk aktivis terkemuka, menuduh rezim bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka percaya bahwa peracunan, yang terjadi lebih dari lima bulan setelah protes yang menyebar di Iran setelah kematian Mahsa Amini, disengaja dan merupakan bentuk "balas dendam" terhadap siswi karena berpartisipasi dalam protes.

Amini meninggal pada 16 September setelah ditangkap oleh polisi moralitas di Teheran karena diduga melanggar aturan berpakaian. Kematiannya memicu protes berbulan-bulan yang dengan cepat meningkat menjadi seruan untuk menggulingkan Republik Islam.

Banyak para siswi di seluruh Iran bergabung dalam protes, dengan banyak video di media sosial menunjukkan mereka melepas jilbab dan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah, termasuk di lingkungan sekolah.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya