Berita

Orang-orang di Belarus menuntut pembebasan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Ales Bialiatski dan aktivis HAM Viasna/Net

Dunia

Hukuman Penjara terhadap Peraih Nobel Bialiatski Memicu Protes Internasional

SABTU, 04 MARET 2023 | 07:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Vonis 10 tahun penjara untuk aktivis dan peraih Nobel Perdamaian, Ales Bialiatski, menimbulkan kemarahan internasional.

Bialiatski, 60 tahun, didakwa melakukan penyelundupan dan mendanai aksi protes.  Pengadilan Minsk, Belarusia, menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar 65.000 dolar AS.

Ia ditangkap pada 2021 menyusul protes besar-besaran atas pemilihan umum Belarusia yang disengketakan tahun sebelumnya. Ia  dituduh menyelundupkan uang tunai ke Belarusia untuk mendanai aktivitas oposisi.


Bialiatski, yang mendirikan kelompok hak asasi manusia Viasna (Musim Semi), ditahan bersama tiga rekan aktivis; Valentin Stefanovich, Vladimir Labkovich, dan Dmitry Solovyov.

Hukuman kepada Bialiatski dan tiga rekannya itu adalah langkah terbaru dalam tindakan keras selama bertahun-tahun terhadap perbedaan pendapat yang telah melanda bekas negara Soviet sejak 2020.  

Josep Borrell, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, sangat marah dengan keputusan pengadilan, mengatakan Bialiatski dan teman-temannya menjalani "pengadilan palsu" untuk mencoba membungkam mereka.

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki juga mengecam hukuman itu.

"Putusan hari ini adalah satu lagi keputusan keterlaluan dari pengadilan Belarusia baru-baru ini," katanya dalam postingan Facebook, seperti dikutip dari Al Jazeera.

"Otoritas (Belarusia) telah berulang kali mencoba membungkamnya, tetapi Ales Bialiatski tidak pernah menyerah dalam perjuangannya untuk hak asasi manusia dan demokrasi di Belarus," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengecam dakwaan dan proses terhadap Bialiatski, dan rekan-rekannya, sebagai "lelucon", dengan mengatakan bahwa mereka diadili hanya karena perjuangan mereka selama bertahun-tahun untuk hak, martabat dan kebebasan. rakyat Belarusia.

Istri Bialiatski, Natalia Pinchuk, juga menyesalkan keputusan pengadilan.

“Ales (Bialiatski) bukan satu-satunya yang dipenjara. Ribuan orang Belarusia, puluhan ribu dari mereka yang ditekan, dipenjara secara tidak adil. Ratusan ribu bahkan terpaksa meninggalkan negara hanya karena alasan ingin hidup di negara demokratis,” katanya.

Bialiatski adalah veteran gerakan hak asasi manusia di Belarus. Ia mendirikan lembaga HAM, Viasna, pada 1996 sebagai tanggapan atas tindakan brutal aparat terhadap pengunjuk rasa yang memprotes pemerintahan Presiden Aleksander Lukashenko.

Bialiatski adalah salah satu dari tiga pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2022.  Ia  dipenjara selama tiga tahun pada tahun 2011 setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan penggelapan pajak, yang dia bantah.

Dalam sidang Jumat (3/3), Pengadilan Distrik Leninsky di Minsk, Belarusia, menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar 65.000 dolar AS kepada Bialiatski  atas dakwaan melakukan penyelundupan dan mendanai aksi protes  yang sangat melanggar ketertiban umum.

Kecaman atas putusan itu juga datang dari pengawas hak-hak Dewan Eropa dan juru bicara Hak Asasi Manusia PBB.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya