Berita

Masyarakat Muslim Tatar Krimea/EPA

Dunia

Rusia Lakukan Banyak Persekusi Kepada Masyarakat Krimea yang Memberontak

JUMAT, 03 MARET 2023 | 14:43 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sejak Rusia melakukan aneksasi ilegal di wilayah Krimea, muncul laporan terbaru dari Misi Presiden Ukraina di Republik Otonomi Krimea. Laporan itu mengatakan, Rusia telah melakukan banyak persekusi kepada komunitas agama yang menolak tunduk.

Hal tersebut diungkap dalam laporan yang dibagikan pada Kamis (2/3), yang menyebut bahwa komunitas agama, khususnya Muslim Tatar Krimea, sering kali menjadi sasaran penganiayaan, pelecehan, dan dijebloskan ke penjara oleh Moskow.

"Tatar Krimea secara sistematis dianiaya baik sebagai Penduduk Asli Krimea (dianggap secara historis tidak loyal terhadap Moskow) atau sebagai Muslim," tulis laporan itu.


Sejauh ini, Misi mencatat bahwa setidaknya ada ratusan kasus yang menimpa masyarakat Krimea, yang dihukum secara sewenang-wenang, karena mereka melakukan pemberontakan.

"Sekitar 234 orang diadili di Krimea, karena dugaan pelanggaran ketertiban umum selama pertemuan massal, dan 205 di antaranya adalah Tatar Krimea," tulis Misi itu.

Dalam laporan itu, disebutkan juga ada salah satu warga negara yang ditahan dan mati di dalam penjara Rusia karena tidak diberikan perawatan medis, meski tahanan itu sudah berulang kali memohon.

Berdasarkan catatan dari Kelompok Hak Asasi Manusia Krimea, pria bernama Kosyantyn Shyring ditangkap secara ilegal pada 2020 lalu, dengan tuduhan menjadi mata-mata Ukraina. Pada 2021, pengadilan menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Shyring yang mengidap penyakti jantung.

"Shyring berulang kali mengatakan bahwa dia membutuhkan pertolongan medis karena penyakitnya yang parah, dia perlu dioperasi. Akan tetapi obat-obatan yang ia miliki (malah) diambil darinya, dan ia tidak menerima bantuan medis apapun dari Rusia hingga akhir hayatnya," menurut kelompok HAM itu.

Masih banyak lagi muslim Tatar Krimea yang memiliki nasib yang sama dengan Shyring. Untuk itu, dalam laporannya, mereka menyerukan kepada mitra internasional, untuk mengutuk keras tindakan dari Rusia.

Misi Presiden Ukraina di Republik Otonomi Krimea menuntut agar masyarakat internasional dapat meningkatkan tekanan politik dan diplomatiknya kepada Rusia, agar negara itu tidak lagi menyiksa masyarakat Krimea.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya