Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Lambat Ditangani, 23 Ribu Pasien UGD di Inggris Meninggal

RABU, 01 MARET 2023 | 11:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Puluhan ribu pasien di Inggris terpaksa harus meregang nyawa lantaran buruknya penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit.

Berdasarkan data dari Layanan Kesehatan Nasional (NHS) pada tahun 2022 yang dikutip Anadolu Agency pada Rabu (1/3), lebih dari 1,6 juta pasien harus menunggu selama lebih dari 12 jam sebelum mendapat penanganan dokter.  Akibatnya, sebanyak 23 ribu orang kehilangan nyawa.

Serikat pekerja di Inggris mengaku telah lama mengkritik cara pemerintah dalam menangani layanan kesehatan. Terlebih beban kerja pekerja medis terlalu besar dengan bayaran yang tidak seimbang.


"Ada beban kerja yang sangat besar pada staf, yang tidak senang dengan kondisi kerja dan status keuangan pekerjaan mereka," kata serikat pekerja.

Layanan Ambulans West Midlands mengaku telah mencatat waktu terlama mengeluarkan pasien dari mobil ke rumah sakit, yaitu mencapai 21 jam.

Berbagai rumah sakit di daerah juga mencatat waktu tunggu serupa hingga belasan jam lamanya, yaitu sekitar 15 sampai 19 jam, karena menunggu ketersediaan staf dan tempat tidur di rumah sakit.

Menurut sekretaris jenderal serikat pekerja Unite, Sharon Graham, mereka telah berulang kali mengingatkan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut namun diabaikan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya