Berita

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi/Net

Politik

Waketum Garuda: Penyebar Hoax Kasus KM 50 Belum Selesai, Harus Dilumpuhkan

SENIN, 27 FEBRUARI 2023 | 22:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Narasi bahwa kasus penembakan KM 50 yang menewaskan Laskar FPI belum usai, adalah hal keliru. Apalagi, jika narasi itu belakangan dikaitkan dengan vonis yang diterima mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo atas pembunuhan Brigadir J.

Dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi, lebih disesalkan lagi narasi itu dimunculkan seolah kasus KM 50 dibiarkan tanpa penyelesaian.

"Kasus KM 50 kembali dibahas pasca vonis Sambo, di-framing seolah-olah kasus KM 50 yang menewaskan anggota Laskar FPI belum selesai dan masih terkatung-katung," kata Teddy kepada wartawan, Senin (27/2).


Padahal, kata Teddy lagi, kasus tersebut sudah selesai dan sudah ada putusan pengadilan yang telah dikuatkan oleh Mahkamah Agung. Yaitu, Polisi menembak karena melakukan pembelaan terpaksa yang sudah melampaui batas.

"Maka dari itu, polisi yang melakukan penembakan dibebaskan dari segala tuntutan," terangnya.

Lanjutnya, semua bukti sudah diuji di pengadilan. Sehingga, tujuan dari para penyebar hoax dengan menarasikan kasus KM 50 belum usai adalah untuk membuat kerusakan.

"Maka sebelum kerusakan terjadi, wajib dilumpuhkan, dan  untuk melumpuhkan mereka itu sangat mudah, karena sudah ada bukti. Jadi tunggu apa lagi?" tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya