Berita

Salah satu lukisan karya Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Denny JA mewarnai ajang International Minangkabau Literacy Festival (IMLF)/Ist

Nusantara

Lukisan Artificial Intelligence Denny JA Curi Perhatian Pameran Seni IMLF

SENIN, 27 FEBRUARI 2023 | 22:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sebanyak 15 lukisan karya Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Denny JA mewarnai ajang International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) yang digelar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 22-27 Februari 2023.

IMLF merupakan festival literasi skala internasional yang melibatkan hampir 200 peserta dari 12 negara, termasuk Brunei, Malaysia, Rusia, Argentina, India, Bangladesh dan Spanyol.

Pada pameran karya seni tersebut, terdapat 15 lukisan karya Denny JA yang ditampilkan. Denny JA merupakan satu dari lima orang seniman yang karyanya lolos kurasi untuk bisa ditampilkan dalam pameran tersebut.


Empat seniman lainnya yang juga ikut ambil bagian dalam pameran ini adalah Minda Sari dari Padang, Herisman Is dari Pekanbaru, Nazhatulshima Nolan dari Malaysia, dan Reshma Ramesh dari India.

Para seniman tersebut memiliki karya dengan corak, gaya dan khas masing-masing, tidak terkecuali Denny JA. Karya lukisnya merupakan bentuk seni rupa modern yang masuk ke dalam kategori digital art, di mana ia memadukan karya fotografi dengan artificial intelligence (AI).

“Saya penasaran, ingin melihat dengan mata kepala saya sendiri lukisan AI yang di Indonesia dipelopori oleh Denny JA,” ujar salah satu delegasi dari Brunei yang ikut dalam gelaran IMLF tersebut pada Minggu (26/2).

Sementara itu, kurator untuk pameran seni rupa di gelaran IMLF, yakni Iswandi, menjelaskan bahwa pameran tersebut unik dan istimewa, khususnya dari materi karya-karya yang ditampilkan.

“Pada pameran ini karya-karya konvensional dengan corak naturalis, realis dan abstrak yang menjadi ciri dari perkembangan awal seni rupa modern di Indonesia bersanding dengan karya-karya yang pada perkembangan terkini dikategorikan ke dalam digital art,” katanya.

Denny JA yang muncul dengan karya seni yang berbeda, yakni menggunakan AI, kata Iswandi, menjadi fenomena tersendiri yang berpengaruh pada karya seni.

Menurutnya, pesan-pesan spritualitas sangat terasa pada karya-karya lukisan AI Denny JA, yang juga dikenal sebagai pendiri konsultan politik di Indonesia.

“Proses berkarya bagi Denny JA sepertinya merupakan sebuah media kontemplasi sekaligus penyeimbang di tengah hiruk pikuk kehidupannya sebagai seorang konsultan, enterpreneur, dan peneliti,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya