Berita

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin/Net

Politik

Proporsional Tertutup Rampas Peluang Orang yang Berjuang Keras Jadi Anggota DPR

RABU, 22 FEBRUARI 2023 | 17:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sistem pemilu yang ada di Indonesia memiliki kekurangan dan kelebihan. Baik model proporsional tertutup maupun terbuka.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, dalam sistem demokrasi perlu menghadirkan kompetisi yang terbuka dan sehat.

Sehingga pemilu bisa menghasilkan pemimpin dan perwakilan rakyat yang bagus.


“Apakah misalkan tertutup itu tidak demokrasi? Demokrasi juga. Tetapi persoalannya adalah, kalau menjadi tertutup kembali kepada sistem Orde Baru lagi,” ujar Ujang dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk "Sistem Pemilu dan Masa Depan Demokrasi Pancasila" di Media Centre DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2).

Ujang mengatakan, dengan menerapkan sistem proporsional tertutup, maka akan menutup ruang bagi para tokoh yang mumpuni untuk berada di legislatif maupun eksekutif.

“Kita (proporsional tertutup) akan menutup ruang orang-orang yang berjuang keras, mati-matian, dari aktivis, dari pejuang politik, untuk bisa jadi anggota DPR,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya