Berita

Presiden Serbia, Aleksandar Vucic bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan dalam acara pameran pertahanan di Abu Dhabi/Twitter @mo_i_vs

Dunia

Serbia akan Beli Drone dari Uni Emirat Arab

RABU, 22 FEBRUARI 2023 | 14:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Serbia akan menandatangani kontrak dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk pembelian drone bunuh diri. Hal tersebut diumumkan oleh Presiden Serbia Aleksandar Vucic pada Selasa (22/2).

"Dalam 48 jam, kami akan menandatangani kontrak pertama dengan UEA untuk pembelian drone bunuh diri mereka," kata Vucic, saat mengunjungi pameran pertahanan di Abu Dhabi.

Langkah itu telah disebut sebagai tanda bahwa Serbia saat ini tengah mengurangi hubungannya dengan Rusia, yang selama ini merupakan sekutu dan pemasok senjata di negaranya.


"Ini adalah drone bunuh diri, mereka akan segera berada di Serbia. Kami berharap untuk memiliki drone bunuh diri domestik pertama di tentara Serbia dalam lima atau enam bulan," tambahnya, yang dimuat Reuters.

Belum diketahui berapa banyak amunisi, produsen senjata, dan harga yang disepakati oleh UEA dan Serbia. Akan tetapi pembelian ini diduga merupakan bentuk persiapan dari Presiden Vucic, yang telah memperkirakan eskalasi konflik di Ukraina akan semakin membuat posisi Serbia semakin sulit.

Sejauh ini peralatan militer Serbia juga dikabarkan sudah cukup tua untuk dioperasikan. Untuk itu, negara tersebut ingin meningkatkan industri militer dan pertahanannya dengan menginvestasikan tambahan sebesar 700 juta euro (Rp 11,3 triliun) pada 2023.

Serbia juga mengatakan, bahwa negaranya sedang melanjutkan negosiasi dengan Prancis untuk pembelian pesawat tempur Rafale.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya