Berita

Potret kerusakan yang terlihat di sekitar pabrik logam setelah ledakan terjadi di Ohio, negara bagian AS pada Senin, 20 Febuari 2023/Daily Mail

Dunia

Pabrik Logam di Ohio Meledak, 14 Orang Luka-luka

SELASA, 21 FEBRUARI 2023 | 09:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ledakan besar kembali terjadi di Ohio negara bagian Amerika Serikat (AS). Kali ini ledakan berasal dari sebuah pabrik logam Schumann & Co di wilayah Bedford pada Senin sore (20/2) waktu setempat.

Imbas dari kejadian ini, sedikitnya 14 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk satu orang yang kritis, akibat logam cair dan puing-puing bangunan yang menghujani mereka.

“Orang-orang yang terluka mendatangi kami, saya yakin ada banyak orang yang bekerja di sini yang shock,"  kata Kapten Departemen Pemadam Kebakaran Oakwood, Brian DiRocco.


Ledakan itu membuat dinding bangunan di sekitar pabrik benar-benar hancur dan puingnya menghantam mobil dan bisnis lain di dekatnya, dengan asap besar mengepul ke langit yang bisa terlihat dari kejauhan.

Menurut saksi mata, Matthew Wiggins, seorang pemilik bisnis Rose Colored Gaming, yang bertetangga dengan pabrik logam, memberi tahu bahwa dia mendengar ledakan besar selama satu hingga dua detik, dan merasakan puing-puing dalam jumlah besar menghantam atapnya.

“Barang-barang berjatuhan dari dinding, rak....  Kami pergi ke depan dan ada seperti batu yang membara dan logam cair di halaman.  Berton-ton asap. Api mengepul keluar dari gedung di seberang jalan," kata Wiggins, dimuat WIO News.

Saat ini pejabat dari Departemen Pemadam Kebakaran Oakwood sedang menyelidiki penyebab dari insiden ini, dan telah memanggil layanan darurat untuk meminta beberapa helikopter medis.

Sementara, perusahaan yang memproduksi tembaga, kuningan, dan perunggu, yang beroperasi sejak 1917 itu sejauh ini masih tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Insiden ledakan terjadi setelah kurang dari tiga pekan kereta yang membawa bahan kimia beracun tergelincir di Ohio, yang menyebabkan masyarakat setempat masih menderita penyakit hingga kini akibat bahan kimia beracun yang menguap di wilayahnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya