Berita

Presiden RI Joko Widodo mendukung Prabowo Subianto maju Pilpres 2024/Net

Politik

Langkah Jokowi Endorse Prabowo Dibutuhkan Saat Ganjar Mati Kutu

MINGGU, 19 FEBRUARI 2023 | 00:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Momen perayaan hari ulang tahun (harlah) PPP di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (16/2), dibuat terkesima oleh Presiden Joko Widodo. Pasalnya, ia menyiratkan dukungan nyapres di 2024 kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, ketika menyapa deretan tokoh politik yang belakangan disebut-sebut potensial sebagai sebagai capres, di momen itu.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menjadi salah seorang yang melihat bahasa isyarat politik Jokowi di harlah PPP itu memang ditujukan untuk meng-endorse Prabowo. Sebabnya, dari banyak tokoh potensial nyapres di 2024 yang hadir di acara tersebut, nama Prabowo diucapkan paling pertama.

Hal  itu, menurutnya, bertepatan dengan situasi politik yang berkembang hari ini. Di mana, Jokowi yang disebut-sebut mengendorse Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, justru malah memperlihatkan kecenderungan kepada tokoh lain di hadapan publik.


“Langkah Jokowi meng-endorse Prabowo dibutuhkan, ketika Ganjar, dibuat mati kutu,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (18/2).

Efriza mengurai, Ganjar yang seolah-olah terlihat tak mendapat dukungan dari Jokowi ibarat setali tiga uang, jika melihat posisinya sebagai kader PDI Perjuangan yang ingin nyapres di tahun politik 2024, namun tak dapat restu.

“Ia dibuat mati kutu tak dapat bergerak bebas, karena Ganjar juga adalah petugas partai' ini dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri,” sambungnya.

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Sutomo ini menambahkan, jika Jokowi benar-benar meng-endorse Prabowo sebagai capres di 2024, kemungkinan mantan Walikota Solo itu memang sedang membuat rencana-rencana mempertahankan kekuasaannya.

“Upaya meng-endorse Prabowo adalah alternatif, langkah taktis cadangan, pilihan tak langsung Jokowi jika ternyata PDIP pilihannya malah tidak sesuai ekspektasi dirinya,” tuturnya.

“Jadi, meng-endorse Prabowo bukan semata sikap netral Presiden, tetapi upaya mempunyai pilihan kedua, selain dari PDIP konsekuensi dirinya 'petugas partai’,” demikian Efriza.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya