Berita

Ekonom senior Dr Rizal Ramli/Net

Politik

Kenang Nuku Sulaiman, Rizal Ramli: Man Of Action yang Berani Lawan Rezim Otoriter!

SABTU, 18 FEBRUARI 2023 | 23:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Almarhum aktivis pro demokrasi Nuku Sulaiman merupakan salah satu figur yang militan dan berani berada di garda terdepan dalam menentang kekuasaan Orde baru (Orba) Soeharto.

Begitu kenang begawan ekonomi Dr Rizal Ramli yang menghadiri acara haul Nuku Sulaiman ke-20 yang digelar di Kantor Pusat ProDem, kawasan Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/2).

“Saya kenal Nuku secara dekat. Aktivis pro demokrasi, Yayasan Pusat Informasi dan Jaringan Aksi Reformasi (Pijar) yang keras, militan dan berani. ‘Man of Action’, pikiran diterjemahkan menjadi tindakan berani dan spektakuler,” kata RR, sapaan akrab Rizal Ramli.


RR ingat betul, Nuku Sulaiman pernah ditangkap oleh polisi di zaman Orba karena kritis terhadap kebijakan Soeharto tahun 1992. Ketika memplesetkan akronim Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB) oleh Nuku Sulaiman yakni Soeharto Dalang Segala Masalah Bangsa (SDSB).

Desember 1993, Nuku Soleiman divonis pengadilan 4 tahun hukuman penjara.

“Di penjara itulah Nuku menikah dengan Yayuk di Mapolsek Matraman saya jadi saksi perkawinan Nuku dan Yayuk. Mengharukan, yang diramaikan oleh banyak aktivis prodemokrasi dan Polisi,” ungkap RR.

Setelah menikah dan bebas dari penjara, lanjut RR, Nuku Sulaiman bukan malah melempem, dia tetap vokal dan semakin kritis serta gagah berani menjadi ujung tombak perubahan melawan rezim otoriter Orba. Menurut Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini, spirit Nuku Sulaiman sedianya terus dirawat dan diejawantahkan dalam konteks kekinian.

Oleh karena itu, RR yakin bakal ada waktunya ketika rezim sudah otoriter maka harus dihadapi dengan berani dan tanpa basa-basi.

“Kondisi hari ini, demokrasi dipreteli dan dibalikkan kembali menjadi semi-otoriter, negara hukum diubah menjadi negara kekuasaan, amburadul!” sesal RR.

Tak hanya itu, RR menyebut korupsi kolusi nepotisme (KKN) yang terjadi dewasa ini justru lebih masif dan meluas dari pusat sampai daerah-daerah. Menurutnya, rezim saat ini lebih parah dari Orba.

“Nepotisme Jokowi lebih ganas dan brutal dibanding zaman Soeharto. Anak-anaknya tidak hanya menguasai banyak bisnis melalui mekanisme ‘dagang kekuasaan’ tapi juga menguasai jabatan-jabatan politik,” pungkasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya