Berita

Para korban gempa Suriah yang saat ini berada di tempat pengungsian/Al Arabiya

Dunia

PBB Ajukan Dana Bantuan Rp 6 Triliun untuk Jutaan Korban Gempa Suriah

KAMIS, 16 FEBRUARI 2023 | 06:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PBB meminta permohonan dana sebesar 397 juta dolar AS atau senilai Rp 6 triliun kepada seluruh negara anggota untuk  membantu menyelamatkan jutaan korban gempa di Suriah.

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan sekitar lima juta warga Suriah saat ini sangat membutuhkan bantuan itu, di tengah banyaknya kehancuran akibat gempa dan cuaca yang membeku di Suriah.

“Satu minggu setelah gempa dahsyat, jutaan orang di seluruh wilayah berjuang untuk bertahan hidup, menjadi tunawisma, dan dalam suhu yang membekukan. Kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengubah ini. Tapi kami membutuhkan (bantuan) lebih banyak lagi,” pinta Guterres, berbicara dari markas besar PBB di New York, seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (15/2).


Suriah telah menderita terlalu lama akibat perang saudara selama belasan tahun, sementara bencana gempa bumi yang terjadi pekan lalu  semakin memperparah kondisi negara tersebut.

Guterres mendesak negara anggota agar segera meluncurkan bantuannya kepada masyarakat Suriah tanpa menunda lebih lama lagi.

Ia juga menyerukan pembukaan perbatasan agar pekerja bantuan dapat diizinkan untuk beroperasi secara bebas di Suriah, tanpa halangan dari pihak manapun.

“Penderitaan manusia akibat bencana alam yang dahsyat ini seharusnya tidak diperparah oleh rintangan buatan manusia (seperti halangan) akses, pendanaan, persediaan. Bantuan harus masuk dari segala arah, melalui semua rute, tanpa batasan apa pun,” tambahnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya